Kami menggunakan cookie untuk mengumpulkan dan menyimpan informasi tentang interaksi Anda dengan situs web Kami. Kami juga membagikan informasi penggunaan situs Kami oleh Anda dengan mitra iklan dan analitik. Data interaksi tersebut akan Kami gunakan sebagai bahan analisa untuk membuat produk/layanan terbaik sesuai preferensi pengguna.
Indeks Tulisan

Pujian dan Kecaman Orang Indonesia terhadap Mao Zedong
Selain menjadi inspirator kaum pergerakan Indonesia, Mao Zedong juga banyak dikecam karena bertangan besi saat ia berkuasa.

Amarzan Loebis Tak Mau Mengutuk Rezim yang Memersekusi Dirinya
Amarzan Loebis atau Amarzan Ismail Hamid adalah salah satu seniman Lekra yang cemerlang. Ia sempat bekerja di Tempo dan Matra, namun mesti angkat kaki karena tekanan penguasa.

Adania Shibli: Melawan Pembungkaman Israel terhadap Palestina
Adania Shibli membawakan pidato kunci pada gelaran JILF 2019. Ia mengisahkan sisi lain Palestina yang sering absen dari pemberitaan media.

Haul Nurcholis Madjid ke-14: Penyelesaian Masalah Lewat Dialog
Bagi Nurcholish Madjid pemikiran liyan tetap penting untuk didengar, karena persoalan masyarakat tidak bisa diselesaikan dengan perspektif tunggal.

Nurcholish Madjid & Sekularisasi: Dua Sisi yang Kerap Disalahpahami
Banyak orang salah paham tentang gagasan sekularisasi Cak Nur. Bahkan dia sendiri tak pernah mendaku sekularis.

Festival Sastra JILF 2019 Kenalkan Karya dari Negeri Selatan
Jakarta International Literary Festival (JILF) 2019, festival sastra internasional pertama di Jakarta ini dibuka Selasa lalu, digagas oleh Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta (DKJ).

Sejarah Pepera 1969: Upaya Lancung RI Merebut Papua?
Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) 1969 menandai titik baru dalam sejarah Papua.
Sejarah Kemerdekaan Papua Barat dari Belanda & Gabung NKRI
Persoalan Papua Barat kerap menjadi isu sensitif dalam sejarah Indonesia sejak keputusan KMB pada akhir 1949.

Sejarah HUT RI 17 Agustus: Para Pemuda Menyokong Sukarno-Hatta
Kelompok pemuda melakukan blunder dengan menculik Sukarno-Hatta. Kesembronoan itu dibayar tuntas: mereka menyokong dan mengabarkan proklamasi ke seantero negeri.

Tentara Dilibatkan untuk Mencegah Orang Kiri Kuasai Perusahaan
"Perusahaan-perusahaan itu lalu diubah statusnya jadi BUMN. Direksinya diisi tentara [...] Pada akhirnya perusahaan-perusahaan itu stagnan juga."
Masuk tirto.id









