Atlet Dilantik PNS, Menpora: Mulai Sekarang Kalian Harus Netral

Oleh: Alfian Putra Abdi - 2 April 2019
Imam menekankan atlet yang saat ini menjabat sebagai PNS hanya diperbolehkan berpihak kepada masyarakat sesuai esensi tugasnya masing-masing dan tidak diperkenankan untuk menunjukan keberpihakan politiknya.
tirto.id - Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Imam Nahrawi mengingatkan kepada para atlet berprestasi yang telah dilantik sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk menjaga perilaku di sosial media.

Terutama dalam menunjukkan sikapnya di tengah kontenstasi politik yang sedang berlangsung saat ini.

"Kalau dulu bisa memberi komentar tentang dinamika politik di sosmed, sekarang tidak boleh lagi, harus netral," ujarnya di kantor Kemenpora, Jakarta Selatan, Selasa (2/4/2019).

Imam menekankan atlet yang sekarang menjabat sebagai PNS hanya diperbolehkan berpihak kepada masyarakat sesuai esensi tugasnya masing-masing yakni pelayan masyarakat.

Tidak diperkenankan lagi untuk para atlet menunjukan keberpihakan politiknya.

Begitu juga dengan dirinya sendiri, Imam menjelaskan bahwa sebagai menteri ia pun dituntut untuk berada pada pijakan politik yang netral.

"Kecuali Sabtu-Minggu," ujarnya.

Para menteri aktif bisa terlibat dalam kegiatan politik praktis di hari libur, dengan terlebih dahulu menyampaikan pemberitahuan ke presiden dan Bawaslu.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Kepala Badan Kepegawaian Negara Bima Haria Wibisana yang mengatakan konsekuensi dari menjadi PNS ialah tidak boleh menunjukan keberpihakannya dalam politik praktis.

"Mulai hari ini kalian sebagai ASN harus netral. Inilah tuntutan," ujarnya di lokasi yang sama.

Pada kesempatan terserbut Menpora melantik 286 atlet berprestasi dari berbagai cabang olahraga, event kejuaraan, dan prestasi sebagai pegawai golongan IIa sebanyak 214 orang, IIc sebanyak 4 orang, dan IIIa 68 orang.


Baca juga artikel terkait ATLET atau tulisan menarik lainnya Alfian Putra Abdi
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Alfian Putra Abdi
Penulis: Alfian Putra Abdi
Editor: Nur Hidayah Perwitasari
DarkLight