Arti Kode 31, 33, dan 34 di SPBU Pertamina

Oleh: Adilan Bill Azmy - 10 Oktober 2019
Dibaca Normal 1 menit
Arti kode 31, 33, dan 34 yang ada di SPBU Pertamina.
tirto.id - Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) berlogo Pertamina biasanya tidak diberi nama unik. Tetapi, 5.527 SPBU yang dimiliki oleh Pertamina diberi kode angka, yang biasa terpampang pada gapura SPBU.

Tak jarang kita menemui angka 31, 53, atau 24 pada SPBU yang kita kunjungi. Ternyata, angka-angka ini tidak ditentukan tanpa maksud. Masing-masing memiliki arti di belakangnya.

Pertamina, dalam situs resmi Kementerian BUMN membedakan SPBU menjadi 3, Corporate Owner Corporate Operate (COCO), Corporate Owner Dealer Operate (CODO), dan Dealer Owner Dealer Operate (DODO).

COCO berarti SPBU di bawah penguasaan dan pengelolaan Pertamina. CODO, berarti kepemilikan SPBU berada di tangan Pertamina, sedangkan operasionalnya dikelola oleh swasta. Sedangkan DODO, berarti 100 persen dikuasai oleh swasta.

Ketiga status ini dibedakan masing-masing dalam angka. SPBU berstatus COCO diberi kode 1 pada angka keduanya.

Angka yang berkode 31.XXXX pada SPBU artinya berada sepenuhnya di bawah penguasaan Pertamina atau COCO, kemudian kode 33.XXXX pada SPBU, operasionalnya dikelola swasta, tetapi masih berada di kepemilikan Pertamina atau CODO.

Sementara kode 34.XXXX di SPBU artinya sepenuhnya dikuasai oleh swasta atau DODO

Angka pertama pada deret ini menunjukkan wilayah lokasi SPBU berada. SPBU COCO yang tersebar di seluruh Indonesia, dibagi ke dalam 8 region atau wilayah kerja.

Pulau Sumatera dibagi menjadi dua wilayah, yaitu region 1 dan 2. Region 3, 4, dan 5 merupakan wilayah sebaran SPBU di Pulau Jawa. Region 6, 7, dan 8 masing-masing merupakan wilayah sebaran di Pulau Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

4 SPBU Bersaing di Indonesia

Pertamina bukan satu-satunya perusahaan yang memiliki SPBU di Indonesia. Total, Shell, dan Vivo juga telah mendirikan SPBU masing-masing. Ketiga perusahaan minyak multinasional itu akan bersaing dalam pasar penjualan BBM di Indonesia.

Vivo, lewat PT Vivo Energi Indonesia mendirikan SPBU pertamanya di Indonesia pada 29 Oktober 2017 lalu di Cilangkap, Tangerang.

Namun, jauh sebelum itu, TOTAL dan Shell telah terlebih dulu masuk ke bisnis SPBU Indonesia sejak 2005.

British Petroleum (BP), perusahaan minyak raksasa asal Inggris tidak mau kalah. BP yang menggandeng PT AKR Corporindo ikut meramaikan persaingan bisnis perminyakan di Indonesia dengan membangun SPBU pertamanya di kawasan SCBD, Jakarta Pusat 14 Februari lalu.

BP-AKR juga berencana untuk membangun 350 SPBU lainnya di seluruh Indonesia.


Baca juga artikel terkait SPBU PERTAMINA atau tulisan menarik lainnya Adilan Bill Azmy
(tirto.id - Bisnis)

Kontributor: Adilan Bill Azmy
Penulis: Adilan Bill Azmy
Editor: Dewi Adhitya S. Koesno
DarkLight