Apa Itu Aplikasi Tinder untuk Kencan Online?

Oleh: Balqis Fallahnda - 24 September 2020
Dibaca Normal 2 menit
Tinder menawarkan fitur selektif "Swipe Right" untuk menyukai dan "Swipe Left" jika tidak suka.
tirto.id - Indonesia beberapa waktu lalu digegerkan dengan kasus pembunuhan mutilasi di salah satu apartemen di Pasar Baru Jakarta Pusat (9/9/2020) yang dilakukan oleh DAF (26) yang membunuh dan memutilasi korban RHW (33), dengan perantara LAS (27) yang dikenal korban melalui aplikasi Tinder.

Korban dan LAS saling kenal via Tinder, lalu berlanjut obrolan melalui WhatsApp. Pada 6 September mereka terakhir berkomunikasi karena keesokan harinya hendak bertemu di apartemen kawasan Pasar Baru. Satu unit kamar disewa untuk 7-12 September.

Pada 9 September, DAF dan LAS, yang diketahui merupakan pasangan kekasih, merencanakan membunuh RHW. Di hari itu DAF memasuki kamar lebih dahulu ketimbang keduanya. Ia bersembunyi di kamar mandi dan membiarkan LAS dan RHW berhubungan intim.

“Ketika berhubungan, DAF mengeluarkan batu bata kemudian memukulkan dan menusuk korban sebanyak tujuh kali, hingga meninggal dunia,” jelas Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana.

Karena kebingungan atas perbuatannya, LAS dan DAF pergi membeli golok dan gergaji, mayat HRW disembunyikan di toilet. Usai membeli, mereka memutilasi jenazah HRW menjadi sebelas bagian. Potongan tubuh dimasukkan ke kresek, kemudian disimpan di dua koper dan satu ransel.

“Motifnya yaitu ingin menguasai harta korban,” kata Nana.

Kasus ini menambah daftar panjang kejahatan yang bermula dari perkenalan dengan aplikasi Tinder. Lantas, apa itu aplikasi Tinder?

Mengenal aplikasi Tinder

Tinder merupakan situs web kencan yang diperuntukkan bagi siapa saja untuk berkenalan dan bertemu dengan orang baru di mana pun dan kapan pun.

Tinder menawarkan fitur selektif "Swipe Right" untuk menyukai dan "Swipe Left" jika tidak suka, yang dapat digunakan untuk menentukan sendiri pilihan pasangan yang sesuai.

Jika "Match" atau seseorang juga menyukai (Swipe Right), maka secara otomatis dapat menggunakan fitur chatting atau percakapan untuk memulai berkenalan satu sama lain.

Selain dengan Swipe, pengguna juga bisa mengandalkan fitur Super Like yang memungkinkan si penerima mendapatkan notifikasi khusus mengenai akunnya.

Jadi dengan fitur ini biasanya profil pengguna akan muncul di tampilan akun penerima dengan notifikasi "Super Like" yang langsung bisa direspons.

Tinder sendiri menawarkan beberapa paket yang bisa dipilih yakni Tinder Plus dan Tinder Gold. Keduanya merupakan layanan berlangganan yang menawarkan ke fitur premium.

Hal yang harus diperhatikan saat kencan online

Meski banyak tindak kejahatan yang bermula dari perkenalan via Tinder, tentu aplikasi kencan tersebut bukanlah penyebab dari kejahatan yang terjadi, karena kejahatan dapat terjadi dimana pun dan kapan pun.

Maka dari itu, meningkatkan kewaspadaan saat kencan online dengan orang yang baru dikenal wajib untuk dilakukan. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keamanan dan privasi saat melakukan kencan online menurut Technology Safety.

Memulai

    • Saat membuat akun dan profil, pilih nama pengguna yang tidak menyertakan nama asli atau informasi identitas lainnya. Lindungi privasi dengan tidak memberikan informasi identitas atau kontak.
    • Pertimbangkan untuk menggunakan alamat email yang berbeda, gambar profil, dan kata sandi yang kuat untuk situs kencan.
    • Telusuri sendiri secara online, atau gunakan layanan pemeriksaan privasi untuk mengetahui informasi apa yang tersedia tentang Anda secara online.

Berhubungan dengan teman kencan

    • Pertimbangkan terlebih dahulu sebelum membagikan banyak informasi pribadi, termasuk gambar. Hanya karena seseorang meminta info Anda, bukan berarti Anda harus membagikannya. Mereka harus menghormati batasan Anda.
    • Lakukan pencarian di internet tentang orang tersebut. Lihat artikel berita, situs media sosial, dan gambar. Ingatlah bahwa pemeriksaan latar belakang kriminal hanya memberikan informasi jika seseorang telah ditangkap atau diadili.
    • Berhati-hatilah dengan lampiran dan tautan, yang mungkin memasang spyware atau malware lain di perangkat Anda.
    • Percaya dengan naluri, jika sudah merasa tidak nyaman, disarankan untuk berhenti.

Janji Bertemu


    • Bertemu di suatu tempat, lebih dianjurkan daripada menjemput atau dijemput.
    • Bawa telepon.
    • Beri tahu teman atau keluarga kemana Anda akan bertemu, beritahu mereka bahwa Anda akan menghubungi mereka ketika kencan sudah berakhir.
    • Tinggalkan alamat dan beberapa informasi di suatu tempat.
    • Dianjurkan bertemu di tempat biasa Anda kunjungi.
    • Hati-hati dengan orang-orang yang mengatakan mereka ingin berkunjung tetapi membutuhkan pinjaman untuk untuk dapat bertemu, atau yang menggunakan cerita lain untuk mendapatkan simpati Anda dan kemudian meminta uang.
    • Anda nisa saja melakukan kencan secara singkat saat teman kencan tidak sesuai harapan.

Baca juga artikel terkait TINDER atau tulisan menarik lainnya Balqis Fallahnda
(tirto.id - Teknologi)

Kolumnis: Balqis Fallahnda
Penulis: Balqis Fallahnda
Editor: Yantina Debora
DarkLight