Menuju konten utama

Apa Dampak Positif dan Negatif Minum Kopi Bagi Perempuan?

Berikut dampak negatif dan positif dari meminum kopi, bagaimana penjelasannya?

Apa Dampak Positif dan Negatif Minum Kopi Bagi Perempuan?
Ilustrasi kopi. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Pui Fun, kontributor media World of Buzz, pada 1 Maret 2019 lalu menulis kisah dari Han Xiao, perempuan pekerja asal kota Wuhan yang mempunyai pengalaman getir dengan kopi.

Han, yang kala itu berusia 30, merupakan seorang coffee addict atau pecandu kopi. Bahkan, konsumsi kopinya melebihi rata-rata orang lain.

“Ia sering ngopi lebih dari 10 cangkir sehari, yang kebanyakan dilakukan di kantor, dan menyukai kopi hitam,” tulis Pui Fun dalam artikelnya di rubrik Social Stories.

“Akhirnya,” lanjut Pui Fun, Han Xiao “mengalami pengalaman mengerikan akibat rutinitasnya.” Suatu hari, dia mengalami batuk yang sedemikian payah selama 10 menit yang membuat dadanya amat sakit. Di hari itu, Han memilih untuk tidur. Namun, karena tak kunjung membaik, keesokan harinya ia berkunjung ke dokter.

“Yang mengejutkan, dokter menemukan tulang rusuk ketiga, keempat, dan kelima Han retak akibat batuk yang ia alami.”

Dokter menemukan, bahwa kebiasaan minum kopi Han melebihi “batas normal” yang telah ia jalani selama hampir tujuh tahun tersebut adalah faktor utama dari masalah tersebut.

Kendati demikian, mengonsumsi kopi secara rutin, terutama untuk mengawali aktivitas sehari-hari baik untuk kesehatan. Akan tetapi, jika dikonsumsi secara berlebihan, seperti kasus Han Xiao, tetap memiliki efek negatif.

Manfaat kopi

Seperti dilansir Healthline, selain kafein, kopi juga mengandung banyak nutrisi yang baik bagi tubuh. Dalam 240 mililiter kopi, terdapat Vitamin B1, B2, B3, B5, folat, potasium, magnesium, hingga fosfor, dan antioksidan yang sangat tinggi.

“Kafein adalah hal pertama yang terlintas di pikiran Anda saat memikirkan kopi. Tetapi, kopi juga mengandung antioksidan dan zat aktif lainnya yang dapat mengurangi peradangan internal dan melindungi dari penyakit,” kata Diane Vizthum, ahli nutrisi Fakultas Kedokteran Universitas Johns Hopkins.

Dalam banyak studi, kandungan nutrisi tersebut dapat melindungi penyakit yang lebih umum terjadi pada perempuan, termasuk penyakit alzheimer, kanker, dan stroke.

Dilansir dari Johns Hopkins Medicine, hampir dua pertiga orang Amerika yang hidup dengan penyakit Alzheimer adalah perempuan. Namun, kafein dalam dua cangkir kopi dapat memberikan perlindungan yang signifikan terhadap perkembangan kondisi tersebut.

Faktanya, para peneliti menemukan bahwa perempuan berusia 65 tahun ke atas yang minum dua hingga tiga cangkir kopi sehari lebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan demensia secara umum.

Selain itu, dengan minum setidaknya satu cangkir kopi sehari, dikaitkan dengan penurunan risiko stroke, yang merupakan peringkat keempat penyebab kematian wanita.

Para peneliti juga menemukan bahwa peminum kopi--tanpa kafein atau biasa--26 persen lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami kanker kolorektal (usus besar), yang dialami satu dari 23 perempuan.

Lebih jauh, sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh peneliti di Harvard School of Public Health (HSPH) menemukan bahwa, di antara perempuan, minum kopi dapat mengurangi risiko depresi.

Para peneliti, yang dipimpin peneliti di bidang nutrisi, Michel Lucas, menemukan risiko depresi menjadi 20 persen lebih rendah di antara perempuan yang minum empat cangkir atau lebih kopi berkafein, daripada mereka yang minum sedikit atau tidak sama sekali.

Dalam studi berjudul “Coffee, Caffeine, and Risk of Depression Among Women” itu, mereka yang minum kopi tanpa kafein, teh, minuman ringan, coklat atau minuman lain yang mengandung lebih sedikit kafein, tampaknya tidak terlindung dari depresi.

Berdasarkan The Journal of Nutrition yang dipublikasikan di Science Daily, perempuan yang minum dua atau tiga cangkir kopi sehari, juga ditemukan memiliki total lemak tubuh dan perut yang lebih rendah daripada mereka yang minum lebih sedikit.

Efek negatif kopi

Meski memiliki sejumlah manfaat, namun tetap saja konsumsi yang berlebihan dan tak sesuai porsi akan menimbulkan efek negatif. Selain kasus Han Xiao – yang mengalami retak tulang rusuk, bukan rahasia lagi jika terlalu banyak kafein dapat menimbulkan gangguan tidur.

Lebih jauh, menurut studi tahun 2013, para peneliti di Detroit’s Henry Hospital, Amerika Serikat, kepada Science Post menemukan bahwa mengonsumsi 400 miligram kopi per hari dapat memunculkan gangguan kepanikan, tubuh bergetar dan kecemasan.

Bahkan, sebagaimana diwartakan The Guardian, “perempuan hamil harus berhenti minum kopi untuk membantu menghindari keguguran, berat lahir rendah dan bayi lahir meninggal.”

“Tidak ada tingkat yang aman untuk konsumsi kafein selama kehamilan,” yang merujuk pada sebuah analisis terhadap lebih dari 1.200 studi tentang efek obat pada kehamilan, dan menemukan "konfirmasi persuasif dari peningkatan risiko, meliputi: keguguran, lahir meninggal, berat badan lahir rendah dan/ atau kecil untuk usia kehamilan, leukemia akut masa kanak-kanak, dan masa kanak-kanak kelebihan berat badan dan obesitas."

Baca juga artikel terkait MINUM KOPI atau tulisan lainnya dari Ahmad Efendi

tirto.id - Kesehatan
Kontributor: Ahmad Efendi
Penulis: Ahmad Efendi
Editor: Alexander Haryanto