Menuju konten utama

Arti Hamas dalam Bahasa Arab dan Sejarah Singkat Pendiriannya

Apa arti kata Hamas dalam bahasa Arab dan bagaimana sejarah singkat pendiriannya?

Arti Hamas dalam Bahasa Arab dan Sejarah Singkat Pendiriannya
Warga Palestina berjabat tangan saat menyampaikan belasungkawa kepada militan bertopeng dari Brigade Izzedine al-Qassam, sayap militer Hamas, pada upacara berkabung untuk Mohammed Alzoari, seorang insinyur penerbangan Tunisia yang ditembak mati di Tunisia pada hari Kamis, di depan tentara tak dikenal. alun-alun di Kota Gaza, Minggu, 18 Desember 2016. (Foto AP/Adel Hana)

tirto.id - Hamas menjadi salah satu faksi utama di Palestina dan kerap terlibat perang melawan Israel. Seperti apa sejarah Hamas, dan apa arti nama Hamas di Palestina?

Hamas adalah singkatan dari Ḥarakat al-Muqāwamah al-Islāmiyyah. Menurut keterangan Al-Jazeera, istilah yang berasal dari bahasa Arab ini bermakna sebuah semangat.

Dalam bahasa Inggris, pengertiannya adalah Islamic Resistance Movement alias Gerakan Perlawanan Islam.

Hamas terkenal sebagai gerakan nasionalis sekaligus militan Islamis Palestina. Mengutip laman Britannica, tujuan utamanya mendirikan negara Islam Palestina yang merdeka.

Selama ini, Hamas menentang keras pendekatan berbeda yang dilakukan PLO (Organisasi Pembebasan Palestina) dalam menyelesaikan konflik Israel-Palestina.

Hamas juga termasuk saingan utama faksi lainnya, Fatah, yang mayoritas mengisi PLO. Berbeda dengan Hamas dengan area kekuasaan di Gaza, Fatah beroperasi di Tepi Barat.

Sejarah Singkat Berdirinya Hamas

Hamas didirikan pada tahun 1987 oleh Sheikh Ahmed Yassin. AP News memberitakan ia adalah pengungsi Palestina yang menetap di Gaza selama masa intifada pertama.

Dalam perkembangannya, Hamas dikait-kaitkan dengan Ikhwanul Muslimin, kelompok Sunni yang ada di Mesir, mulai berdiri tahun 1920-an.

Bahkan, Hamas disebut sebagai cabangnya Ikhwanul Muslimin hingga membentuk sayap militer bernama Brigade Izz al-Din al-Qassam.

Mereka terus melakukan perjuangan bersenjata melawan Israel dengan tujuan membebaskan Palestina. Selain pergerakan lewat senjata, Hamas juga memberikan program kesejahteraan sosial kepada para korban pendudukan Israel.

Pasca perjanjian Oslo 1990-an, Hamas menentang keras kesepakatan damai antara PLO dengan Israel.

"Kami tidak akan melepaskan satu inci pun dari tanah air Palestina, tidak peduli apapun tekanan yang terjadi dan tidak peduli berapa lama pendudukannya," ucap Khaled Meshaal, mantan pemimpin Hamas yang lebih banyak menghidupkan waktunya di pengasingan.

Bersama dengan sayap militernya, Hamas juga dianggap sebagai organisasi teroris oleh Israel, Amerika Serikat, Uni Eropa, Kanada, Mesir, serta Jepang.

Hamas lalu menjadi penguasa Jalur Gaza setelah menang pada Pemilu 2006. Mereka akhirnya memegang kendali atas lokasi ini dari tangan Otoritas Palestina.

Sejak saat itu hingga bertahan sampai sekarang, Israel melakukan blokade besar-besaran terhadap wilayah Gaza, baik darat maupun udara. Mereka membatasi pergerakan orang maupun barang yang keluar masuk Gaza.

Baca juga artikel terkait ISRAEL HAMAS atau tulisan lainnya dari Beni Jo

tirto.id - Politik
Kontributor: Beni Jo
Penulis: Beni Jo
Editor: Dipna Videlia Putsanra