Menuju konten utama

Anies Bahas PSBB Jakarta dengan Menko Airlangga Besok

PSBB perlu dijalankan lagi karena tingginya tingkat penularan virus SARS-CoV-2 di DKI Jakarta.

Anies Bahas PSBB Jakarta dengan Menko Airlangga Besok
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo Meninjau pelaksaan PSBB transisi di Terowongan Kendal, Jakarta Pusat. Antara/HO-Pemprov DKI jakarta/aa (Humas Pemprov DKI Jakarta)

tirto.id - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendapat undangan dari Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) Airlangga Hartarto untuk membahas Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Sabtu (12/9/2020) besok.

Sebab dalam PSBB kali ini, Anies hanya mengizinkan 11 sektor usaha saja yang diperbolehkan beroperasi.

Sejumlah tempat usaha itu seperti Kesehatan; Bahan pangan; Energi; komunikasi dan teknologi informatika; Keuangan; Logistik; Perhotelan; Konstruksi; Industri strategis; Pemenuhan Kebutuhan sehari-hari; dan pelayanan dasar, utilitas publik, dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu.

Sejauh ini, kata dia, belum terdapat penambahan jenis usaha yang diizinkan beroperasi selama PSBB total DKI.

"Untuk menghormati permintaan Bapak Menko Perekonomian [Airlangga] sebagai ketua Satgas, detail pembahasan akan dibahas besok," kata dia di Gedung Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat (11/9/2020).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu menjelaskan, alasannya membatasi izin perkantoran untuk beroperasi lantaran rentan terjadi penularan virus SARS-CoV-2.

"Jadi karena itu mengapa pengetatan ini penting agar kita berada di rumah dulu selama dua pekan ini. Dengan berada di rumah dulu, harapannya potensi penularan ini bisa ditekan," tuturnya.

Sebelumnya, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyinggung kebijakan PSBB. Menurut dia, (PSBB) telah memengaruhi sentimen pasar.

“Dari indeks (IHSG) masih ada ketidakpastian akibat announcement Gubernur DKI tadi malam hingga pagi tadi indeks sudah di bawah 5.000,” ucap Airlangga dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Kadin, Kamis (10/9/2020).

Melansir RTI Business, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan signifikan. Perdagangan dibuka pada pukul 09.00 WIB dengan IHSG di posisi 5.084,326 poin. IHSG kemudian langsung turun menjauhi posisi 5.000 ke angka terendah 4.892,960 poin sekitar pukul 10.30 WIB.

Terakhir, posisi lemah IHSG di bawah 5.000 sempat terjadi saat pemberlakuan PSBB di awal pandemi. Waktu itu, IHSG ditutup mencapai 4.583,93 poin pada 31 Maret 2020 setelah Presiden Joko Widodo menandatangani PP PSBB di Istana yang kemudian dilaksanakan oleh Pemprov DKI Jakarta.

“Kita harus lihat gas dan rem ini. Kalau direm mendadak kami harus menjaga kepercayaan publik karena ekonomi ini tidak semua faktor fundamental tapi ada sentimen. Terutama di sektor capital market,” ucap Airlangga.

Baca juga artikel terkait PSBB atau tulisan lainnya dari Riyan Setiawan

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Zakki Amali