Alasan Said Didu Pakai Ambulans ke Acara Diskusi di Jember

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 8 Maret 2019
Dibaca Normal 1 menit
Said Didu mengatakan bahwa menggunakan ambulans untuk menuju lokasi acara di Jember, Jawa Timur adalah hal yang wajar.
tirto.id - Mantan Sekretaris Kementerian BUMN periode 2005-2012, Muhammad Said Didu mengatakan bahwa menggunakan ambulans untuk menuju lokasi acara di Jember, Jawa Timur adalah hal yang wajar.

Ia menilai hal itu dilakukan untuk menjamin acara yang akan dihadirinya bersama Rocky Gerung dan seorang lainnya dapat tetap terlaksana.

Said mengatakan keputusan menyamar dengan menggunakan ambulans itu dilakukan karena terdapat informasi bahwa ada massa yang siap menolak di sekitar lokasi serta sedang bersembunyi.

“Kami tidak mau bentrok dan acara ini gagal. Maka diputuskan oke kami pakai ambulans lewat jalan tikus supaya tidak ketahuan,” ucap Said saat dihubungi reporter Tirto pada Jumat (8/3).

Dalam pasal 134 UU LLAJ, hal ini sebenarnya telah diatur bahwa kendaraan ambulans memang mendapat hak utama untuk diprioritaskan di jalan.

Namun, tujuannya untuk mengangkut orang sakit. Disamping itu tersedia juga pengawalan untuk kepentingan khusus berdasarkan pertimbangan kepolisian sehingga tetap memperoleh hak prioritas di jalan.

Namun, Said beralasan tidak melibatkan kepolisian lantaran pengalaman pribadi bahwa acara yang diadakan malah dibatalkan.

Ia mengkhawatirkan bila tindakan kepolisian malah diarahkan pada dirinya ketimbang para penghadang.

“Bukan kami tidak mau pakai polisi. Pengalaman kami kalau ada bentrok malah pembawa acaranya disuruh pulang. Sudah terjadi berkali-kali itu. Di bandara saja dihadang,” ucap Said.

Pertimbangan lainnya kata Said, ambulans yang ia gunakan juga tidak menggunakan jalan umum, tetapi melewati jalur tikus.

Selama berkendara pun, sirine tidak dijalankan. Disamping itu, sebagai siasat, mobil yang menjadi kendaraan utama dibiarkan tetap melaju.

“Mobil ambulans ini tidak pakai jalan umum dan (nyalakan) sirine. Dia sebagai mobil biasa saja. Kami tidak memposisikan sebagai ambulans,” ucap Said.

Lagi pula menurut Said langkah serupa juga pernah diterapkan oleh sejumlah tamu dalam pernikahan anak Presiden Jokowi, Kahiyang-Bobby.

Said mengatakan pada Rabu (8/3), sekitar 700 relawan posko perjuangan rakyat (Pospera) menghadiri pernikahan itu dengan menggunakan 10 bus dan belasan unit ambulans.

“Oke itu ditanyakan (kenapa pakai ambulans) terus kenapa nikahan Kahiyang boleh pakai ambulans. Itu kenapa enggak dipertanyakan?” ucap Said.

Namun ketika ditanya mengenai penggunaan ambulans ini tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku, Said enggan menjawabnya.

“Saya tidak mau dijebak pertanyaan seperti itu,” ucap Said.

Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan tidak ada pengadangan ketika hari pelaksanaan diskusi.

“Tidak ada pengadangan massa bahkan Polres Jember menurunkan 250 anggota untuk lakukan pengamanan massa,” ujar dia ketika dihubungi Tirto, Jumat (8/3/2019).

Memang ada massa yang menolak, lanjut Frans, dan datang ke kampus tersebut di hari H namun ia kembali menegaskan tidak ada pengadangan.

Ia menilai penggunaan ambulans bisa digunakan menuju lokasi acara. “Apa saja bisa digunakan untuk mobilisasi, kecuali ada pihak memerlukan di saat bersamaan, tentu orang itu [korban atau pasien] didahulukan. Kalau tidak, dapat digunakan untuk kepentingan lain seperti mobilisasi juga bisa,” kata Frans.


Baca juga artikel terkait DISKUSI atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Politik)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Nur Hidayah Perwitasari