Menuju konten utama

2 Ciri Purbestas Primer dan 3 Tanda Pubertas Sekunder Perempuan

Berbeda dengan pubertas primer, pubertas sekunder mengacu pada perubahan lain yang tampak untuk menandai kedewasaan seseorang.

2 Ciri Purbestas Primer dan 3 Tanda Pubertas Sekunder Perempuan
Ilustrasi pubertas. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Pubertas merupakan fase ketika setiap organ utama dan sistem tubuh seseorang menjadi matang. Seseorang sudah disebut matang secara seksual dan reproduksi pada akhir masa puber.

Perubahan kadar hormon tertentu dalam tubuh mempengaruhi masa puber sehingga berakibat pada pertumbuhan dan perkembangan tubuh seseorang. Perubahan hormon seseorang dimulai pada pertengahan tahun-tahun sekolah dasar, tapi pubertas yang sebenarnya dimulai sekitar umur 10 tahun untuk anak perempuan dan 11 tahun untuk anak laki-laki.

Kendati demikian, setiap orang memiliki masa pubertas yang berbeda-beda. Masa pubertas bisa terjadi lebih awal atau lebih lambat. Selama masa pubertas, anak laki-laki maupun perempuan mengalami banyak perubahan emosional, demikian dikutip dari Better Health Channel.

Selama masa pubertas ada dua jenis perubahan fisik yang terjadi, yaitu perubahan pada karakteristik seks primer dan perubahan pada karakteristik seks sekunder. Lantas, bagaimana ciri-ciri pubertas primer dan sekunder pada perempuan?

Ciri-ciri Pubertas Primer pada Perempuan

Karakteristik seks primer mengacu pada perubahan di organ seksual itu, seperti rahim, vagina, penus, dan testis. Berikut ciri-ciri pubertas primer pada perempuan, dilansir dari Mental Health.

1. Perubahan pada vagina

Rahim mulai membangun lapisan yang nantinya akan diluruhkan melalui proses menstruasi dan vagina yang mulai mengeluarkan cairan seperi lendir.

Lendir bukanlah bentuk menstruasi yang sebenarnya melainkan sebagai bentuk pelumas pada vagina.

Seorang perempuan yang sedang puber akan memproduksi jumlah lendir ini secara bervariasi bahkan ketika ia tidak terangsang secara seksual. Perubahan ini bisa terjadi beberapa minggu atau beberapa bulan sebelum ia mengalami menarche atau menstruasi pertama.

2. Menstruasi pertama terjadi

Menstruasi pertama terjadi ketika rahim atau organ yang nantinya akan mengandung dan merawat bayi mulai meluruhkan lapisan jaringan dan darah pertamanya.

Lapisan ini akan luruh sebulan sekali atau rata-rata setiap 28 hari pada wanita dewasa. Meluruhnya lapisan ini bertujuan agar mengkondisikan rahim untuk bagian awal kehamilan saat sel telur yang telah dibuahi harus menempel pada lapisan rahim.

Ciri-ciri Pubertas Sekunder pada Perempuan

Berbeda dengan pubertas primer, pubertas sekunder mengacu pada perubahan lain yang tampak untuk menandai kedewasaan seseorang, seperti perubahan tinggi badan dan bentuk tubuh. Berikut ciri-ciri pubertas sekunder pada perempuan.

1. Perubahan tinggi badan

Biasanya anak percepatan pertumbuhan anak perempuan dimulai anatara usia 8 dan 13 tahun. Ia mencapai puncak percepatan pertumbuhan antara usia 12 dan 15 tahun.

Akhirnya, remaja putri akan mencapai tinggi badan dewasa penuh antara usia 10 dan 16 tahun. Remaja membangun massa otot dan mengalami massa otot, mengalami peningkatan kekuatan, dan koordinasi selama masa pubertas.

2. Perubahan rambut tubuh

Pada usia 8 dan 14 tahun, rambut kemaluan mulai muncul pada anak perempuan. Kemudian, rambut kemaluan mereka mulai tumbuh secara penuh pada usia 14 dan 15 tahun.

Sementara bulu ketiak muncul pada usia 10 dan 16 tahun. Atas pertumbuhan rambut itu, remaja perempuan mulai tertarik untuk merawat dan menata rambutnya.

3. Perubahan pada bentuk tubuh

Perubahan bentuk tubuh ini dimulai dari melebarnya bentuk pinggul hingga perubahan bentuk payudara. Perubahan bentuk tubuh ini ditujukkan agar tubuhnya bisa mengakomodasi pertumbuhan dan perkembangan bayi di masa depan.

Perubahan lainnya, yaitu peningkatan presentase lemak tubuh. Atas perubahan itu, sejumlah remaja perempuan akan merasa lebih "gemuk" daripada sebelumnya.

Sementara pertumbuhan pada payudara bermula pada usia 8 hingga 13 tahun dan pertumbuhannya selesai pada usia 14 dan 15 tahun.

Jika bentuk payudara pada perempuan remaja masih belum seimbang, orang tua disarankan untuk segera berkonsultasi ke dokter.

Baca juga artikel terkait LIFESTYLE atau tulisan lainnya dari Ega Krisnawati

tirto.id - Kesehatan
Kontributor: Ega Krisnawati
Penulis: Ega Krisnawati
Editor: Nur Hidayah Perwitasari