Yang Tua yang Masih Berbahaya

Infografik Striker Veteran di Eropa
Aritz Aduriz, pemain Athletic Bilbao, salah satu striker kawakan yang masih mampu bersaing di persepakbolaan Eropa . [Foto/Shutterstock]
Oleh: Iswara N Raditya - 15 November 2016
Dibaca Normal 2 menit
Mereka memang sudah melewati usia emasnya sebagai pesepakbola. Namun, tiada kata terlambat untuk menjadi hebat. Inilah para striker tua yang masih berbahaya di kancah sepakbola Eropa.
tirto.id - Ada catatan istimewa yang tertulis atas nama Aritz Aduriz di laga Spanyol kontra Makedonia dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2018, tanggal 13 November 2016, lalu. Striker gaek Athletic Bilbao itu menjadi pemain tertua yang berhasil mencetak gol untuk Spanyol di sepanjang riwayat tim Matador.

Aduriz turut menyumbang satu gol untuk kemenangan La Furia Roja dengan skor 4-0 di laga tersebut. Gol itu tercipta saat ia berusia 35 tahun 275 hari, mematahkan rekor sebelumnya milik Jose Maria Pena Salegui yang terjadi 86 warsa silam. Penyerang Real Madrid itu membobol gawang Portugal pada umur 35 tahun 225 hari di tahun 1930.

Berjaya Menjelang Senja

Aduriz telah memperkuat Spanyol sejak 6 warsa lalu kendati lebih sering jadi ban serep. Ia menjalani debutnya pada Oktober 2010 di laga Kualifikasi Euro 2012 melawan Lithuania. Aduriz yang saat itu berusia 29 tahun baru masuk pada menit 75 menggantikan Fernando Llorente.

Selalu munculnya bomber yang dianggap lebih layak darinya membuat Aduriz kerap kehilangan jatah di lini depan Spanyol. Hingga saat ini, hanya 2 gol yang dibuatnya untuk La Furia Roja dalam 10 pertandingan. Maka tak heran jika nama Aduriz boleh dibilang telat mencuat dan dikenal lebih luas oleh publik sepakbola dunia.

Untuk level klub, Aduriz lebih bertaji. Ia mengoleksi 242 gol di sepanjang karier profesionalnya sedari musim 1999/2000. Hampir sebagian besar jalan hidupnya di lapangan hijau dipersembahkan untuk Athletic Bilbao yang pertamakali diperkuatnya pada 2000-2002 (Bilbao B), 2002–2004, 2006–2008, dan dari 2012 hingga saat ini.

Tak hanya Aduriz seorang yang mengalami masa-masa jaya justru menjelang usia senja dalam kariernya. Masih dari Spanyol, ada satu lagi sosok bomber kawakan yang juga tampak bersinar di umur yang tak lagi muda. Ia bernama Ruben Castro.

Orang ini adalah calon legenda hidup Real Betis, klub La Liga yang dibelanya sejak musim 2010/2011. Castro yang berusia 4 bulan lebih muda dari Aduriz ini pernah menjadi bomber andalan Las Palmas sekurun 2001-2004 dengan 36 gol. Koleksi golnya di Real Betis hingga detik ini pun terbilang banyak: 126 gol di 226 laga La Liga.

Jika Aduriz membukukan 5 gol untuk Bilbao hingga pekan ke-11 di kompetisi tertinggi Liga Spanyol, Castro pun tak mau kalah di Betis. Torehan golnya hanya berselisih sebiji saja alias telah mencetak 4 gol dengan jumlah laga dan liga yang sama.

Soal timnas, nasib Castro memang tidak semujur Aduriz. Ia sama sekali belum pernah dipanggil ke La Furia Roja dan hanya pernah mencicipi caps di Spanyol U21 pada 2002-2003. Meskipun mencetak 6 gol dalam 7 laga untuk tim Matador muda, namun kariernya tidak berlanjut ke skuad senior Spanyol.



Bertahan Sampai Tua

Bukan perkara mudah bagi seorang pesepakbola sanggup bertahan lama di suatu klub. Apalagi untuk posisi striker yang senantiasa menuntut ketajaman dan harus menghadapi gelombang regenerasi.

Francesco Totti adalah pengecualian yang paling sahih. Ia nihil membela klub selain AS Roma hingga umurnya yang kini memasuki 40 tahun. Di luar seringnya cedera lantaran usia yang kian menua, Totti telah tampil 767 kali dan mencetak 306 gol hanya untuk tim serigala ibukota sejak 1992.

Tidak usahlah terlalu panjang membahas tentang Totti, semua orang juga tahu bagaimana kiprah sang pangeran tua Roma itu. Masih ada beberapa striker di kompetisi mayor Eropa yang juga mampu cukup lama menjaga tempatnya meskipun tidak sesempurna Totti.

Sergio Pellissier adalah salah satunya. Meskipun “hanya” berkiprah bersama tim semenjana Serie A bernama Chievo Verona, namun peran penyerang asli Italia ini masih terus dibutuhkan oleh klub kecil penuh keberuntungan berjuluk Keledai Terbang itu.

Pellissier bergabung dengan Chievo sejak klub tersebut menorehkan sejarah dengan promosi untuk pertamakalinya ke Liga Italia Serie A pada musim 2000/2001. Kendati klub profesional pertamanya adalah Torino, namun dedikasi Pellissier sepenuhnya hanya untuk Chievo.

Kini, umurnya sudah menunjukkan angka 37 tahun dan tetap konsisten tampil reguler di skuad utama hingga musim 2016/2017 ini. Selama 14 musim menghuni lini serang Chievo, Pellissier sudah membukukan 121 gol dalam 442 laga di Serie A.

Sayang, jalan kariernya di tim nasional tidak mulus. Pellissier dianggap kalah moncer ketimbang bomber Azzurri lainnya dan hanya sekali memperkuat Italia. Dari kesempatan satu kali itu, Pellissier sukses memaksimalkan peluang yang diberikan kepadanya dengan mencetak 1 gol.

Bicara tentang striker kawakan yang tampil menawan di Eropa memang masih cukup banyak. Masih ada beberapa penyerang veteran lainnya semacam Samuel Eto’o, Dirk Kuyt. Claudio Pizarro, dan tentu saja Zlatan Ibrahimovic.

Namun, tidak semuanya bisa seperti Totti, Pellissier, juga Aduriz dan Castro. Mereka memilih tetap bertahan di sebuah klub meskipun harus menghadapi tantangan dari musim ke musim seiring bertambahnya usia dan ancaman kontribusi yang semakin minim.

Baca juga artikel terkait ARITZ ADURIZ atau tulisan menarik lainnya Iswara N Raditya
(tirto.id - Olahraga)

Reporter: Iswara N Raditya
Penulis: Iswara N Raditya
Editor: Zen RS
DarkLight