Twitter Longgarkan Pengguna dengan 10.000 Karakter

- 17 Mei 2016
Dibaca Normal 1 menit
Twitter akan memberi penggunanya keleluasaan dalam mengunggah cuitan, tautan, dan foto dengan memperlebar batasan karakter yang dapat diunggah menjadi 10.000 karakter dari sebelumnya 140 karakter. Perubahan ini bisa terjadi dalam beberapa pekan depan dan diyakini bisa mengatasi gangguan yang selama ini terjadi di platform media sosial tersebut.
tirto.id - Twitter akan memberi penggunanya keleluasaan dalam mengunggah cuitan, tautan, dan foto dengan ruang hingga sebanyak 10.000 karakter. Perubahan ini bisa terjadi dalam beberapa pekan depan dan diyakini bisa mengatasi keterbatasan yang selama ini terjadi di media sosial tersebut.

Twitter selama beberapa waktu berusaha membuat layanannya menjadi lebih ramah untuk pengguna karena 140 karakter bukan jumlah ideal untuk mengetik cuitan. Dengan batas karakter tersebut, Twitter kalah menarik dari Facebook yang bisa mengetik hingga 500 kata dan bisa menampilkan tautan dan foto sebanyak-banyaknya.

Di Twitter, tautan dan foto akan memakan 23 dan 25 karakter dalam tiap cuitan. Kondisi ini membuat proses menyampaikan sesuatu dengan tambahan tampilan visual atau referensi menjadi terbatas. Akibatnya, pengguna harus bekerja ekstra keras dan kreatif dalam menemukan kata yang tepat bila ingin tetap nge-twit.

"Kami menghabiskan banyak waktu mempelajari apa yang dilakukan orang-orang di Twitter dan melihat banyak dari mereka menampilkan gambar layar teks dan mencuitkannya," kata Pemimpin Eksekutif Twitter Jack Dorsey seperti dikutip dari kantor berita Antara, Selasa (17/5/2016).

"Sebaliknya, bagaimana jika teks itu [...] benar-benar teks? Teks yang dapat dicari. Teks yang bisa disorot. Itu lebih berdaya dan berguna," imbuhnya.

Singkatnya, Dorsey mengatakan perusahaan tengah memikirkan lagi aturan mereka soal batasan karakter dan komposisi kicauan.

Sebelumnya, Twitter sudah memperkenalkan dua fitur baru untuk menjadikan layanan pelanggan lebih baik yaitu fitur untuk membantu konsumen berpindah dari Tweet ke Direct Message, dan fitur untuk meminta umpan balik dari konsumen Customer Feedback.

Fitur pertama berfungsi untuk membantu memindahkan layanan pelanggan ke saluran komunikasi ke yang lebih privat ketika sebuah brand memerlukan informasi pribadi pengguna. Proses tersebut bisa berlangsung hanya dalam satu klik.

Brand dapat menambahkan tautan dalam Tweet mereka yang secara otomatis menampilkan tombol action, yang memungkinkan pelanggan mengirim Direct Message secara langsung, cepat dan mudah.

Fitur kedua, Customer Feedback, memungkinkan pengguna memberikan umpan balik kepada brand setelah adanya interaksi dengan tim layanan pelanggan. Dengan fitur ini, brand akan dapat menggunakan standar format pertanyaan dua industri yaitu Score (NPS) dan Customer Satisfaction (CSAT).

Baca juga artikel terkait TWITTER atau tulisan menarik lainnya
(tirto.id - Teknologi)

Sumber: Antara
Penulis:
Editor: Ign. L. Adhi Bhaskara