Menuju konten utama

Tren Selebriti Pamer Push-up Bra, Berani Ikutan?

Push-up bra dapat membantu perempuan untuk meraih kepercayaan diri secara instan sekaligus merasa seksi dan cantik.

Tren Selebriti Pamer Push-up Bra, Berani Ikutan?
Header Diajeng Push Up Bra. tirto.id/Quita

tirto.id - Tahun ini tak hanya menjadi tahun kembalinya rutinitas kita seperti semula pascapandemi, tapi juga apa yang oleh market analysts disebut sebagai "kembali seksi".

Ini terbukti dari banyaknya selebriti yang mulai meramaikan perhelatan bergengsi, seperti Cannes Film Festival, Met Gala, MTV VMAS, movie premiere, hingga Fashion Week di pusat-pusat mode dunia.

Tak tanggung-tanggung, mereka tampil seksi maksimal sambil mengikuti tren terbaru.

Setelah tren exposed bra—saat dikenakan, bra sengaja terekspos keluar dari pakaian seperti yang pernah dikenakan Scarlett Johansson, Lily James, dan Sydney Sweeney—muncul tren The Return of the Push-up Bra. Tren ini membuat seseorang jadi pusat perhatian.

Masih ingat kan, penampilan Selena Gomez saat mengenakan mini dress ungu dengan bagian dada mendominasi di acara MTV VMAS 2023 After-Party pertengahan September lalu?

Sang artis mengekspos belahan dada dengan persentase lebih besar ketimbang pakaiannya. Semua mata tertuju pada bagian dada yang terbuka dan terangkat sempurna berkat efek push-up bra.

Kylie Jenner juga melakukan hal sama di acara Paris Fashion Week akhir September lalu. Ia tampil memukau dengan gaun halter-neck ketat bertahtakan kristal, dan push-up bra mengambil peran penting dalam penampilannya.

Header Diajeng Push Up Bra

Header Diajeng Push Up Bra. foto/IStockphoto

Push-up bra adalah jenis bra yang memiliki cup empuk dengan bantalan ekstra di bagian bawah cup-nya. Bantalannya berada pada sudut yang mendorong otot-otot payudara ke tengah, mengangkatnya, dan menciptakan belahan dada.

Biasanya, ia juga dilengkapi cup berkawat untuk menambah penyangga dan mengangkat payudara sehingga terlihat lebih penuh dan bulat.

Push-up bra memiliki demi cup (hanya mampu menutup payudara sebanyak tiga per empat) sehingga memungkinkan belahan dada terlihat di bawah garis leher yang sedikit rendah.

Push-up bra diciptakan untuk mendukung perempuan mana pun merasa percaya diri secara instan. Ia memiliki “kekuatan” yang membuat perempuan merasa seksi dan cantik.

Terciptanya push-up bra berawal saat Frederick Mellinger membuka Frederick's of Hollywood—sebuah merek pakaian dalam asal Amerika yang menjadi destinasi belanja favorit para bintang muda Hollywood dan juga para model.

Frederick's of Hollywood meluncurkan padded bra pertama tahun 1947. Setahun kemudian, muncullah push-up bra pertama yang disebut "The Rising Star". Ini adalah inovasi yang signifikan. Bra jenis baru ini sanggup menambah volume dan membentuk payudara jadi lebih indah sempurna.

Terobosan ini berkembang pada 1964, ketika desainer Louise Poirier menciptakan Wonderbra untuk perusahaan Canada, Canadelle. Wonderbra push-up bra yang dirancang dengan tujuan menggantikan korset ini langsung menjadi hit karena praktis dan seksi secara bersamaan.

Push-up bra membentuk dan mengangkat semua bentuk payudara dan tipe tubuh.

Bagimu yang berpayudara kecil, pemakaian push-up bra bisa sangat membantu karena akan memberikan tampilan payudara yang lebih penuh dan lebih besar.

Itulah sebabnya, aktris asal Inggris Lily James dan Margot Robbie asal Australia kerap terlihat menggunakan push-up bra di penampilan red carpet mereka. Keduanya sama-sama memiliki ukuran bra 32B.

Header Diajeng Push Up Bra

Header Diajeng Push Up Bra. foto/IStockphoto

Pemilik payudara besar tetap bisa menggunakan push-up bra. Bra jenis ini dapat membantu pengencangan yang lebih alami, menawarkan lebih banyak support, dan kenyamanan saat digunakan daripada saat menggunakan bra jenis lain.

Menurut laporan tentang tren bra yang dilakukan oleh periset pasar Gitnux, tingkat pertumbuhan per tahun push-up bra diperkirakan sebesar 4,9% dari tahun 2019 hingga 2025. Push-up bra akan punya makin banyak peminat, apalagi pascapandemi konsumen ingin kembali ke acara-acara sosial. Mereka beralih ke push-up bra untuk mendapatkan dukungan ekstra pada penampilannya.

Apakah ini berarti kamu juga ingin mengenakan push-up bra untuk ikutan tren The Return of the Push-up Bra? Ternyata tidak juga.

“Walaupun ditutup lagi pakai atasan atau dress transparan, tetap nggak deh. Buat aku masih vulgar. Kalau pakai push-up bra dan belahannya hanya terlihat ngintip sedikit sih, masih nggak apa ya. Bikin bentuk dress atau atasan jadi terlihat bagus dipakainya. Karena aku kan beli push-up bra memang tujuannya ngangkat payudara yang sudah kesulitan melawan gaya gravitasi alias sudah kendur. Maklum, sudah anak dua,” terang Tasya, pemilik butik.

Riri, seorang konten kreator, juga sependapat dengan Tasya.

“Kebanyakan bra aku memang push-up bra. Dari dulu sebelum pakai hijab sampai sekarang sudah berhijab, aku selalu pakai push-up bra. Bra jenis ini selalu jadi pilihan pertama saat mau beli bra baru karena payudaraku kecil. Seperti nggak berbentuk banget gitu, lho. Nggak bulat padat gitu. Jadi push-up bra ini membantu payudaraku jadi lebih berbentuk. Jatuhnya, baju malah jadi lebih bagus.”

Sebagai lapisan pertama yang kita kenakan, bra memainkan peran penting, sebagai dasar untuk tampil menarik, merasa nyaman, percaya diri, dan seksi.

Apakah kamu menggunakan push-up bra untuk menambahkan sedikit sentuhan gaya pada pakaian tertentu, atau pilih memakainya setiap hari untuk membantu mengoreksi bentuk payudara sekaligus penambah rasa percaya diri, pilihan tergantung kebutuhanmu.

Baca juga artikel terkait TOUCHUP atau tulisan lainnya dari Glenny Levina

tirto.id - Diajeng
Kontributor: Glenny Levina
Penulis: Glenny Levina
Editor: Yemima Lintang