Tim Vipers Gagalkan Aksi Perampokan Minimarket di Tangerang

Tim Vipers Gagalkan Aksi Perampokan Minimarket di Tangerang
Ilustrasi perampokan. Getty Images/iStockphoto
Reporter: Felix Nathaniel
15 November, 2017 dibaca normal 1 menit
Perampokan minimarket di daerah Pondok Cabe tersebut berhasil digagalkan oleh Tim Vipers saat sedang melakukan patroli keamanan.
tirto.id - Tim Vipers Polres Tangerang Selatan berhasil mengagalkan perampokan yang terjadi di sebuah minimarket kawasan Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan pada pukul 04.00 WIB dini hari tadi Rabu (15/11/2017).

Saat kejadian berlangsung, tim Vipers yang ditujukan untuk penanganan kejahatan jalanan seperti perampokan ini memang sedang mengadakan patroli di sekitar lokasi.

Di sana, mereka menemukan ada empat orang pelaku yang berusaha melakukan perampokan dengan senjata tajam. Para pelaku sempat melarikan diri serta melakukan perlawanan.  

Satu orang pelaku meninggal dunia terkena tembakan di dada," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tangsel, Ajun Komisaris Polisi Ahmad Alexander saat dikonfirmasi.  

Mereka ditembak karena tidak mengindahkan teguran petugas dan beberapa dari mereka ada yang berusaha lari ke rumah warga. Dari keterangan polisi, hanya satu orang yang menyerah dan berhasil ditahan tanpa luka sama sekali. Dua lainnya terpaksa ditembak di bagian kaki karena berusaha lari.  

Jasad pelaku itu kini telah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur,” tandasnya lagi.  

Ahmad juga menerangkan bahwa keempat pelaku sudah melakukan aksi hingga belasan kali dan wilayah operasi mereka biasanya berada di sekitar Tangerang. Dari tempat kejadian, polisi mengamankan 230 kardus susu berbagai merek dan ratusan minuman dalam kemasan.

Polisi juga telah menyita barang bukti lain berupa linggis untuk merusak pintu toko dan tiga bilah senjata tajam. 

"Berdasarkan database tim Vipers, pelaku telah melakukan 13 kali upaya pencurian sepanjang 2013 di wilayah hukum Polres Tangerang Selatan, Polres Kota Tangerang dan Polres Metro Tangerang Kota," pungkas Ahmad.

Baca juga artikel terkait KASUS PERAMPOKAN atau tulisan menarik lainnya Felix Nathaniel
(tirto.id - fel/adr)

Keyword