Menuju konten utama

Tekuk Jerman, Perancis Patahkan Kutukan 58 Tahun

Perancis akhirnya mengalahkan Jerman dalam semifinal Piala Eropa 2016. Perancis melenggang ke final dan akan menghadapi Portugal.

Tekuk Jerman, Perancis Patahkan Kutukan 58 Tahun
Timnas Perancis menyanyikan lagu kebangsaan di Stadion Wembley di London foto/reuters

tirto.id - Dua gol Antoine Griezmann membawa Perancis ke final Piala Eropa 2016 pada Kamis (7/7/2016), ketika mereka meraih kemenangan 2-0 atas Jerman. Perancis mengakhiri kutukan di ajang turnamen selama 58 tahun dari tetangganya itu.

Griezmann sukses mengeksekusi penalti pada akhir babak pertama setelah tangan kapten Jerman Bastian Schweinsteiger mengenai bola di kotak terlarang. Sepakannya menghasilkan gol kedua pada menit ke-72 menyusul blunder kiper Manuel Neuer, untuk membuat "Les Bleus" akan berhadapan dengan Portugal di final di Paris pada Minggu (10/7/2016).

Juara dunia Jerman mendominasi penguasaan bola sepanjang pertandingan namun kurang tajamnya penyelesaian mereka telah merugikan mereka dan Griezmann yang setajam silet, yang dua golnya ini membuat dirinya menjadi pemain tersubur di turnamen dengan enam gol, menjadi pembeda.

Ini merupakan pertama kalinya Prancis mengalahkan Jerman dalam pertandingan kompetitif sejak Piala Dunia 1958, termasuk kekalahan di semifinal Piala Dunia 1982 dan 1986, dan perempat final dua tahun silam.

Tuan rumah akan melaju ke final sebagai favorit kuat untuk mengulangi kesuksesan tim 1984 dan 1998, yang memenangi gelar Eropa dan dunia di kandang sendiri.

Jerman dengan tenang dan sistematis mengambil kendali permainan, menguasai lini tengah dan dengan para beknya bermain rapat di belakang, secara konstan menebar ancaman.

Meski mendominasi penguasaan bola, bagaimanapun, tetapi hanya sedikit peluang bersih tercipta. Kiper Hugo Lloris melakukan penyelamatan mudah terhadap upaya Emre Can, dan sepakan Thomas Mueller dan Schweinsteiger tidak tepat sasaran.

Perancis terlihat tidak mampu berbuat banyak saat menyerang di area sepertiga terakhir. Namun, mereka mendapatkan gol pembukaan ketika tangan Schweinteiger mengenai bola ketika ia berduel udara dengan Patrice Evra pada situasi tendangan sudut.

Hanya sedikit orang yang melihatnya tetapi tayangan ulang membenarkan keputusan wasit asal Italia Nicola Rizzoli, dan Griezmann dengan tenang mengecoh Neuer dari titik putih melalui sepakan terakhir di babak pertama.

Tidak diperlukan waktu lama pada babak kedua untuk terwujudnya pola permainan yang sama. Hampir semua kejadian berlangsung di area pertahanan ePrancis.

Sampai akhirnya, tekanan tanpa kenal lelah Jerman menimbulkan celah yang terbuka di belakang dan Perancis mengambil keuntungan ketika Neuer gagal menangkap umpan silang Paul Pogba yang kemudian jatuh ke Griezmann, yang dengan mudah menyepak bola untuk masuk ke gawang.

Sepakan melengkung Joshua Kimmich mengenai tiang gawang, tandukan Benedikt Hoewedes melambung, dan Lloris melakukan penyelamatan brilian untuk menggagalkan upaya Kimmich menjelang pertandingan usai ketika Jerman berupaya untuk mencetak gol balasan.

Ini merupakan hasil yang sama ketika kedua tim bertemu pada pertandingan persahabatan di Paris November silam. Namun, malam itu akan lebih dikenang karena kematian dan kerusakan yang disebabkan para teroris yang menyerang stadion dan beberapa lokasi lain di ibukota.

Tujuh bulan setelah kejadian itu, timnas kembali ke Stade de France dalam suasana yang sangat berbeda, yang menghasilkan kegembiraan dan keceriaan level nasional.

Baca juga artikel terkait SEPAKBOLA

tirto.id - Olahraga
Sumber: Antara
Penulis: Nurul Qomariyah Pramisti
Editor: Nurul Qomariyah Pramisti