Serikat Buruh, Petani dan Guru Siap Deklarasikan Partai Buruh

Oleh: Adi Briantika - 3 Oktober 2021
Dibaca Normal 1 menit
Partai Buruh yang diinisiasi organisasi buruh, akan mendeklarasikan ulang dan menggelar kongres pada 4-5 Oktober 2021.
tirto.id - Partai Buruh akan mendeklarasikan ulang dan menggelar kongres pada 4-5 Oktober 2021 di Jakarta. Partai ini merupakan kelanjutan Partai yang didirikan oleh Muchtar Pakpahan dan Sonny Pudjisasono.

“Kongres akan mengesahkan badan pendiri Partai Buruh yang baru atau pemilik yang baru. Membangkitkan kembali Partai Buruh yang telah ada,” kata Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia Said Iqbal, dalam konferensi pers daring, Minggu (3/10/2021).

Partai Buruh yang baru diinisiasi kembali oleh empat serikat pekerja terbesar di indonesia, yaitu Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI), dan Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI).

50 federasi serikat pekerja tingkat nasional turut bergabung dalam kebangkitan partai ini seperti Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi Pertambangan, Minyak, Gas Bumi dan Umum (FSP KEP), Federasi Serikat Pekerjaan Farmasi dan Kesehatan (FSP Farkes), tujuh federasi serikat pekerja lain yang bergabung di KSPI, 11 federasi serikat pekerja yang bergabung di KSPSI, dan juga beberapa federasi yang bergabung di KPBI dan KSPSI.

“Yang tak kalah pentingnya, Serikat Petani Indonesia (SPI), menyatakan bergabung dan menjadi penginisiator awal kebangkitan Partai Buruh,” jelas Iqbal.

Kemudian, Forum Guru Honorer dan Guru Swasta, serta kalangan perempuan yang dimotori oleh Presiden Asosiasi Serikat Pekerja (Aspek) Indonesia Mirah Sumirat dan Wakil Presiden FSPMI Nani Kusmaini menjadi perwakilan dari gerakan perempuan Indonesia.

Kelahiran kembali Partai Buruh juga didasari kekalahan telak kaum buruh, petani, nelayan, guru aktivis lingkungan hidup, pegiat HAM, lantaran disahkannya Undang-Undang Cipta Kerja. Salah satu faktor inilah yang membuat mereka bergerak untuk menyuarakan nasib para pekerja di Indonesia.

Perbedaan Sokongan Dana Partai


Indonesia menjadi negara industri, lanjut Iqbal maka di situ ada partai untuk buruh. Maka kebutuhan buruh untuk berpolitik bisa menjadi keniscayaan. Partai Buruh lama hanya didukung oleh KSBSI, sementara partai barunya akan didukung oleh banyak elemen.

“Itulah yang membedakan dengan yang lama. Sehingga spektrum konstituen pasti akan meluas,” ujar dia.

Ideologi Partai Buruh ialah Pancasila. Partai ini menginginkan kesejahteraan negara. Iqbal menyatakan ada tiga prinsip dalam kesejahteraan negara. Pertama, setiap orang punya kesempatan hidup layak yang setara.

Kedua, distribusi kekayaan yang merata. Kekayaan negara, harus didiskusikan merata, bukan berarti sama rata sama rasa, melainkan ke arah proporsional. Ketiga, tanggung jawab publik dalam tiga prinsip negara sejahtera.

Perihal siapa penyokong dana Partai Buruh, Iqbal mengatakan semua dibiayai sendiri. “Partai Buruh didesain oleh serikat buruh, serikat petani, organisasi guru, gerakan perempuan, dan gerakan sosial lainnya, (kami) sudah terbiasa membiayai organisasi secara mandiri. Demokratis, mandiri, terbuka. Kami biasa membiayai organisasi dari iuran anggota,” terang dia.

“Oleh karena itu Partai Buruh di dalam konstitusi yang sudah disepakati oleh 11 organisasi pendiri Partai Buruh yang baru, pembiayaan organisasi dari anggota. Sementara ini kami putuskan Rp50 ribu rupiah per anggota, dengan permulaan ada 100 ribu anggota yang akan membayar. Dari tahun ke tahun (iuran) akan ditingkatkan,” sambung Iqbal.


Baca juga artikel terkait PARTAI BURUH atau tulisan menarik lainnya Adi Briantika
(tirto.id - Politik)

Reporter: Adi Briantika
Penulis: Adi Briantika
Editor: Maya Saputri
DarkLight