Sejarah Hari Pahlawan Nasional dan Kisah Lirik Lagu Maju Tak Gentar

Oleh: Alexander Haryanto - 8 November 2021
Dibaca Normal 1 menit
Lagu "Maju Tak Gentar" menggambarkan keberanian rakyat mengusir penjajah. Berikut sejarah lagu ini yang mewakili semangat pertempuran 10 November 1945.
tirto.id - Lagu "Maju Tak Gentar" adalah representasi semangat mengusir penjajah dalam pertempuran 10 November 1945 yang menjadi cikal bakal sejarah Hari Pahlawan Nasional.

Hari Pahlawan Nasional diperingati setiap 10 November, yang ditetapkan lewat Keputusan Presiden No. 316 Tahun 1959 tentang Hari-hari Nasional. Keppres tersebut ditandatangani oleh Presiden RI pertama Sukarno.

Penetapan hari ini berdasarkan pada pertempuran 10 November 1945 antara arek-arek Surabaya dengan tentara Belanda saat melawan pasukan NICA dan sekutu. Peristiwa ini menelan banyak korban jiwa.

Pada 10 November 1945, Inggris menggempur Kota Surabaya dari berbagai penjuru. Untuk menghancurkan Surabaya, Inggris bahkan melakukan penyerangan dari darat, laut, dan udara. Serangan pertama ini menimbulkan korban yang sangat besar, terutama dari kalangan rakyat biasa.

Berdasarkan data penelitian Lorenzo Yauwerissa yang dibukukan dalam 65 Tahun Kepahlawanan Surabaya (2011), diperkirakan bahwa perang di Surabaya itu setidaknya melibatkan 20 ribu tentara dari Indonesia, sementara unsur warga sipil yang terlibat mencapai 100 ribu orang.

Dalam buku Pemikiran Militer 5: Gerak Maju Jalur Pemikiran Abad ke 21 Homo Sapiens Modern Kembali ke Benua Afrika (2009), Hario Kecik, perwira TNI sekaligus pelaku sejarah dalam pertempuran 10 November 1945 menulis:

“Tiap kali kita merayakan Hari Pahlawan, 10 November, kita menyatakan supaya kita membangkitkan semangat seperti pada waktu 10 November 1945, di mana rakyat Kota Surabaya melawan tentara Inggris yang ingin menghukum dan menundukkan penduduk Kota Surabaya. Sebuah pertempuran besar yang terkenal secara internasional.”

Setahun usai pertempuran itu, Sukarno menetapkan tanggal 10 November sebagai Hari Pahlawan. Gelar pahlawan yang disematkan bukan hanya untuk mereka gugur dalam balutan seragam prajurit, melainkan juga bagi seluruh warga yang menjadi korban serangan Inggris dalam peristiwa heroik itu.


Sejarah Lagu "Maju Tak Gentar"


Salah satu lagu yang cukup representatif untuk menggambarkan semangat dalam mengusir penjajahan kala itu adalah lagu "Maju Tak Gentar" yang diciptakan oleh Cornel Simanjuntak. Selain seorang guru dan komposer, ia juga turut angkat senjata mengusir penjajah.

Cornel adalah seorang komponis ikut berjuang bersama laskar rakyat di front Senen dan Tanah Tinggi melawan NICA. Pada 10 Desember 1945, ia dibawa ke Centraal Burgerlijke Ziekenhuis (sekarang Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo) karena terluka. Bahkan, dalam sebuah pertempuran, bokong Cornel sempat kena tembak.

Sebagaimana tercatat dalam Indonesia Pusaka (2019) oleh Dr. Sopan Adrianto, SE, M.Pd., lagu "Maju Tak Gentar" bisa dimaknai sebagai ajakan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk melakukan perang semesta terhadap penjajah, yang saat itu telah merampas segala hak dan martabat bangsa.

Lagu ini juga menggambarkan keberanian rakyat Indonesia, yang kala itu dilengkapi perlengkapan seadanya, tetapi berani melawan Belanda, padahal persenjataan mereka sudah modern. Selain itu, juga untuk membangkitkan semangat bahwa rakyat Indonesia dengan tidak boleh membiarkan penjajah kembali menguasai dan merampas hak-hak.


Lirik Lagu Maju Tak Gentar


Maju tak gentar
Membela yang benar
Maju tak gentar
Hak kita diserang

Maju serentak
Mengusir penyerang
Maju serentak
Tentu kita kita menang

Reff:
Bergerak bergerak
Serentak Serentak
Menerkam Menerjang Terkam

Tak gentar tak gentar
Menyerang menyerang
Majulah majulah menang


Baca juga artikel terkait HARI PAHLAWAN 2020 atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Musik)

Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Agung DH
DarkLight