Saudi Pangkas Produksi, Harga Minyak Naik

Reporter: Maya Saputri, tirto.id - 17 Jan 2017 07:15 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Komitmen Arab Saudi untuk memangkas produksi minyak mendorong naiknya harga minyak pada Senin (17/1/2017), mengimbangi laporan perkiraan output AS yang akan naik lagi tahun ini.
tirto.id - Komitmen Arab Saudi untuk memangkas produksi minyak mendorong naiknya harga minyak pada Senin (17/1/2017), mengimbangi laporan perkiraan output AS yang akan naik lagi tahun ini.

Organisasi negara-negara pengekspor minyak (OPEC) telah sepakat memangkas produksi 1,2 juta barel per hari menjadi 32,5 juta barel per hari mulai 1 Januari. Hal itu dilakukan untuk mengurangi kelebihan pasokan global yang telah menekan harga selama lebih dari dua tahun, seperti dikutip dari Antara.

Rusia dan ekportir utama lainnya di luar OPEC telah mengatakan bahwa mereka juga akan mengurangi produksinya.

Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih mengatakan akan mematuhi secara ketat komitmen pengurangan produksi. Ia juga mengungkapkan keyakinannya bahwa rencana OPEC untuk menopang harga akan berhasil.

Harga minyak mentah Benchmark Brent naik 41 sen per barel atau 0,7 persen menjadi 55,86 dolar, dan minyak mentah West Texas Intermediate naik 27 sen atau 0,5 persen ke posisi 52,64 dolar per barel.

Goldman Sachs mengharapkan tahun depan produksi minyak AS naik 235.000 barel per hari pada tahun ini, dengan sumur yang telah dibor dan cenderung memulai produksi pada semester pertama.

Produksi minyak dan gas kondensat Rusia rata-rata 11,1 juta barel per hari pada 1-15 Januari 2017, dua sumber industri mengatakan pada Senin ini, turun hanya 100.000 bpd dari Desember.

Rusia telah berkomitmen untuk memangkas 300.000 bpd selama semester pertama 2017.

Sebelumnya diberitakan, OPEC telah mencapai kesepakatan pada September 2016 lalu untuk membatasi produksi minyak mentah pada pertemuan kebijakan yang akan dilaksanakan bulan Oktober 2016, perjanjian pertama yang memangkas produksi sejak 2008.

Baca juga artikel terkait PRODUKSI MINYAK MENTAH atau tulisan menarik lainnya Maya Saputri
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Maya Saputri
Penulis: Maya Saputri
Editor: Maya Saputri

DarkLight