Rektor UNY Sutrisna Siap Mundur untuk Maju Pilkada Gunungkidul

Oleh: Irwan Syambudi - 9 Januari 2020
Dibaca Normal 1 menit
Sutrisna Wibawa siap mundur sebagai Rektor UNY jika telah ditetapkan menjadi calon bupati Gunungkidul pada Pilkada 2020.
tirto.id - Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Sutrisna Wibawa menyatakan siap untuk dicalonkan menjadi bupati Gunungkidul pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020. Ia siap mengundurkan diri menjadi rektor jika nantinya telah ditetapkan menjadi calon bupati.

Sutrisna saat dihubungi reporter Tirto, Kamis (9/1/2019) mengatakan akan mengikuti mekanisme sesuai yang diatur perundangan-undangan bila nanti ia ditetapkan menjadi calon bupati. Ia akan mundur dari jabatannya sebagai rektor yang sejatinya masih sampai 2021.

"Nanti pada saatnya akan mengikuti perundang-undangan yang berlaku tidak boleh dobel. Harus pilih salah satu kan. Setelah diajukan calon tetap. Kan, peraturannya begitu. Daftar, kan, belum tentu memenuhi. Kalau sudah dinyatakan memenuhi syarat baru [mundur dari rektor," kata dia.

Sutrisna mengatakan rencana untuk maju menjadi calon bupati Gunungkidul lantaran ada dorongan dari kawan dan beberapa tokoh. Dukungan itu membuatnya terdorong untuk memberikan kontribusi terhadap daerah kelahirannya.

Selian itu, kata dia, sejumlah parpol juga sudah berkomunikasi dengannya untuk melakukan penjaringan.

“Sudah ada komunikasi beberapa partai politik, ada PAN, PKB, Gerindra, PKS. Ya ini sedang komunikasi. Belum mengerucut masih penjaringan terus. Kalau enggak diusung, ya tidak akan jadi," ujar dia.

Untuk mempersiapkan diri maju sebagai calon bupati Gunungkidul, Sutrisna mengatakan akan lebih mengenalkan diri pada masyarakat di tanah kelahirannya tersebut.

"Karena saya belum banyak dikenal sehingga akan memperkenalkan diri. Mungkin saya dikenal di kalangan yang senang membaca berita saja ya. Masyarakat di tinggkat grassroot mau tidak mau harus ada selebaran untuk memperkenalkan diri saja,” kata dia.

Selain itu, ia juga sudah mempersiapkan konsep, dan visi misi untuk pembangunan di Gunungkidul. Ia membawa jargon "kadung tresno" atau terlanjur sayang dalam perkenalannya ke masyarakat Gunungkidul.

"Jargon kadung tresno artinya sudah terlanjur cinta ini harus tidak boleh setengah-setengah. Harapan ke depan Gunungkidul maju, saya berharap ada inovasi," kata Guru Besar Filsafat Jawa ini.

Sementara konsep yang ia usung adalah dengan memfokuskan pembangunan sumber daya di bidang SDM wisata dan peternakan yang selama ini menjadi potensi di Gunungkidul. Selain itu juga mengatasi masalah kekurangan air yang selalu menjadi persoalan di Gunungkidul.


Baca juga artikel terkait PILKADA 2020 atau tulisan menarik lainnya Irwan Syambudi
(tirto.id - Politik)

Reporter: Irwan Syambudi
Penulis: Irwan Syambudi
Editor: Abdul Aziz
DarkLight