Menuju konten utama

5 Rekomendasi Produk Pemanis Selain Stevia untuk Kopi dan Teh

Cari alternatif pemanis selain stevia? Ini dia berbagai rekomendasi pemanis pengganti gula yang cocok untuk menyempurnakan rasa kopi maupun teh favoritmu.

5 Rekomendasi Produk Pemanis Selain Stevia untuk Kopi dan Teh
Ilustrasi Pemanis Pengganti Gula. foto/istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Ingin menikmati kopi dan teh, tapi tak mau pakai gula pasir atau stevia? Ternyata, ada banyak alternatif pengganti gula yang bisa memberikan cita rasa manis pada minuman. Yuk, kenali berbagai pemanis selain stevia yang bisa dijadikan pilihan untuk campuran kopi dan teh!

Minuman dengan rasa manis memang bikin nagih, tapi seiring dengan kesadaran akan pentingnya kesehatan, banyak orang yang mulai mengurangi konsumsi gula tambahan seperti gula pasir.

Namun, mengurangi asupan gula bukan berarti tidak bisa menikmati rasa manis. Saat ini tersedia berbagai pilihan pemanis pengganti gula, salah satu yang populer adalah stevia. Menariknya lagi, masih banyak alternatif pemanis selain stevia yang juga bisa dicoba, termasuk untuk teh dan kopi.

beragam opsi pengganti gula pasir untuk berbagai hidangan. Beberapa alternatif pemanis ini bersumber dari bahan alami atau diformulasikan rendah hingga tanpa kalori, seperti stevia yang populer karena berasal dari tumbuhan dan bebas kalori.

Perlu diingat bahwa bahwa tidak semua pemanis pengganti gula ini otomatis lebih menyehatkan. Jadi, penting bagi kita untuk mengenali karakteristik dan kandungan nutrisi dari masing-masing jenis pemanis agar bisa dikonsumsi secara bijak.

Pemanis di Sekitar Kita

Ilustrasi Pemanis Pengganti Gula

ilustrasi pemanis pengganti gula. foto/istockphoto

Selain stevia, masih ada beberapa jenis pemanis lain yang bisa digunakan sebagai campuran kopi dan teh. Pilihannya beragam, mulai dari pemanis alami seperti madu, gula aren, dan sirup maple hingga pemanis buatan seperti aspartam. Berikut jenis pemanis selain stevia yang bisa dijadikan pilihan:

1. Erythritol

Erythritol merupakan pemanis dari kelompok gula alkohol yang bisa ditemukan secara alami dalam buah-buahan tertentu dan bisa digunakan sebagai pemanis kopi atau teh. Mengutip dari laman Health Canada, tingkat kemanisannya sekitar 60–80% dari gula pasir.

Keunggulan utamanya adalah kandungan kalori yang sangat rendah, yaitu sekitar 0,2 kalori per gram. Erythritol memiliki rasa manis yang relatif bersih dan tidak terlalu mengubah cita rasa asli minuman seperti kopi maupun teh.

Namun, gula rendah kalori ini dapat memberikan sensasi dingin atau cooling effect di mulut, terutama jika digunakan dalam jumlah banyak. Erythritol umumnya dijual dalam bentuk kristal atau bubuk putih yang menyerupai gula pasir.

2. Xylitol

Pemanis selain stevia berikutnya ada xylitol yang juga termasuk kelompok gula alkohol dan bisa digunakan sebagai pemanis teh dan kopi. Xylitol biasanya tersedia dalam bentuk kristal atau bubuk putih sehingga mudah larut dalam minuman.

Tingkat kemanisannya 100% atau setara dengan gula biasa. Namun, menurut jurnal tahun 2021 bertajuk Suitability of Sugar Alcohols as Antidiabetic Supplements: A Review, kandungan kalorinya lebih rendah, yakni 2,4 kalori per gram dibandingkan gula pasir yang mengandung 4 kalori per gram.

Ketika dicampurkan ke dalam kopi atau teh, xylitol memberikan rasa manis yang relatif mirip dengan gula pasir dan tidak meninggalkan aroma khas yang terlalu kuat. Meski demikian, pemanis ini juga dapat menghasilkan sensasi dingin di mulut.

3. Monk Fruit

Pemanis monk fruit tersedia dalam bentuk ekstrak cair, bubuk, maupun butiran dan bisa dijadikan gula pengganti untuk kopi dan teh. Pemanis monk fruit berasal dari buah kecil yang banyak dibudidayakan di Asia Tenggara. Rasa manisnya berasal dari senyawa alami bernama mogroside.

Menurut dokumen Food Standards Australia New Zealand (FSANZ), mogrosideV, komponen utama pemberi rasa manis pada ekstrak monk fruit, memiliki tingkat kemanisan sekitar 250–400 kali lebih tinggi daripada gula. Jadi, penggunaan pemanis monk fruit bisa lebih sedikit.

Pemanis monk fruit murni hampir tidak mengandung kalori dalam jumlah berarti. Pemanis ini memiliki rasa manis yang relatif mirip gula, meskipun sebagian orang mungkin merasakan sedikit sensasi rasa buah atau rasa sisa (aftertaste) tertentu.

4. Sukralosa

Gula pengganti untuk teh dan kopi berikutnya adalah sukralosa, pemanis buatan yang dibuat melalui proses modifikasi sukrosa atau gula pasir. Menurut situs U.S. Food and Drug Administration (FDA), tingkat kemanisannya sekitar 600 kali lebih tinggi daripada gula biasa.

Jadi, penggunaannya hanya memerlukan jumlah yang sangat sedikit. Sukralosa juga hampir tidak memberikan kalori dalam jumlah pemakaian normal sebagai pemanis minuman.

Dari segi rasa, sukralosa memiliki profil manis yang cukup menyerupai gula pasir. Tersedia dalam bentuk tablet, bubuk, dan cair, pemanis ini bisa dicampurkan ke dalam kopi maupun teh tanpa banyak mengubah rasa dan aroma aslinya.

5. Aspartam

Aspartam juga termasuk pemanis selain stevia yang bisa digunakan untuk kopi dan teh. Aspartam merupakan pemanis buatan yang, menurut FDA, memiliki tingkat kemanisan sekitar 200 kali lebih tinggi daripada gula pasir.

Karena tingkat kemanisannya cukup tinggi, penggunaannya juga hanya butuh sedikit untuk menghasilkan rasa manis yang kuat. Aspartam sendiri menyumbang sekitar 4 kalori per gram, tapi karena jumlah yang digunakan biasanya sangat kecil, kontribusi kalorinya dalam minuman menjadi sangat rendah.

Aspartam memiliki rasa manis yang relatif menyerupai gula, meskipun pada sebagian orang dapat merasakan aftertaste tertentu. Pemanis ini umumnya tersedia dalam bentuk bubuk dan dikemas praktis untuk dicampurkan ke dalam kopi dan teh.

Perbedaan Pemanis Alami, Buatan, dan Gula Alkohol

Ilustrasi Pemanis Pengganti Gula

ilustrasi pemanis pengganti gula. foto/istockphoto

Pemanis dapat dibedakan berdasarkan asal bahan, proses pembuatannya, serta karakteristiknya ketika dikonsumsi. Secara umum, ada tiga kelompok yang sering digunakan sebagai pengganti gula pasir, yaitu pemanis alami, pemanis buatan, dan gula alkohol (sugar alcohol).

Ketiganya memiliki tingkat kemanisan, kandungan kalori, serta karakteristik yang berbeda sehingga penggunaannya dalam makanan dan minuman juga tidak selalu sama.

Pemanis Alami

Pemanis alami merupakan bahan pemberi rasa manis yang berasal dari sumber alami, seperti tanaman, buah, bunga, atau nektar. Contohnya adalah madu, gula aren, sirup maple, sirup kurma, dan sirup agave. Ada pula pemanis dari ekstrak tanaman atau buah, seperti stevia dan monk fruit.

Karakteristik pemanis alami cukup beragam. Misalnya, madu, gula aren, dan sirup maple tetap mengandung gula dan kalori sehingga dapat menambah asupan energi ketika dikonsumsi.

Sementara itu, pemanis stevia dan monk fruit mengandung senyawa pemanis dengan tingkat kemanisan jauh lebih tinggi daripada gula pasir sehingga hanya diperlukan dalam jumlah sedikit. Ekstrak murninya juga hampir tidak menyumbangkan kalori yang berarti.

Pemanis alami umumnya digunakan untuk memberikan rasa manis sekaligus menambahkan aroma atau karakter rasa tertentu pada makanan dan minuman. Madu cocok untuk teh, sedangkan gula aren sering digunakan dalam kopi susu.

Sirup maple dan sirup kurma juga dapat dicampurkan ke dalam minuman, makanan penutup, maupun produk bakery.

Pemanis Buatan

Pemanis buatan merupakan bahan pemanis yang diproduksi melalui proses industri atau sintesis kimia. Beberapa contohnya adalah aspartam, sukralosa, dan neotam. Pemanis ini umumnya memiliki tingkat kemanisan jauh lebih tinggi daripada gula pasir.

Misalnya, sukralosa memiliki tingkat kemanisan sekitar 600 kali lebih tinggi daripada gula pasir, sedangkan aspartam sekitar 200 kali lebih manis. Karakteristik lain dari pemanis buatan adalah kandungan kalori yang relatif rendah dalam jumlah pemakaian normal.

Gula Alkohol (Sugar Alcohol)

Gula alkohol atau poliol merupakan kelompok karbohidrat yang secara kimia memiliki karakteristik menyerupai gula sekaligus alkohol. Meski disebut gula alkohol, senyawa karbohidrat ini tidak mengandung etanol.

Beberapa contohnya adalah erythritol, xylitol, sorbitol, mannitol, hingga maltitol. Zat ini dapat ditemukan secara alami dalam jumlah kecil pada buah dan sayuran, tapi juga diproduksi secara komersial dari gula atau pati untuk digunakan sebagai bahan tambahan pangan.

Dibandingkan gula pasir, gula alkohol umumnya memiliki tingkat kemanisan yang sama atau lebih rendah, serta kandungan kalori yang lebih sedikit.

Sebagai contoh, erythritol memiliki tingkat kemanisan sekitar 60–80% dari gula pasir dengan kandungan energi sekitar 0,2 kkal per gram. Sementara itu, xylitol memiliki tingkat kemanisan hampir setara gula pasir dengan kandungan energi sekitar 2,4 kkal per gram.

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Memilih Pemanis untuk Kopi dan Teh

Ilustrasi gula

Ilustrasi gula. Getty Images/iStockphoto

Memilih pemanis untuk kopi dan teh bukan hanya soal tingkat kemanisan atau jumlah kalorinya. Kita juga perlu mempertimbangkan beberapa hal lain, mulai dari karakteristik fisik hingga legalitas produknya. Berikut beberapa hal yang bisa dijadikan pertimbangan saat memilih pemanis selain stevia:

1. Bentuk dan Kemudahan Larut Dalam Minuman

Perhatikan bentuk pemanis yang akan digunakan. Pemanis cair atau bubuk halus umumnya lebih praktis dicampurkan ke kopi dan teh, sedangkan pemanis berbentuk kristal atau butiran mungkin perlu diaduk lebih lama agar larut merata.

Jika sering membuat es kopi atau es teh, pilih produk yang memang mudah larut dalam minuman dingin agar tidak meninggalkan endapan di dasar gelas.

2. Takaran Penggunaan

Setiap pemanis memiliki tingkat kemanisan yang berbeda. Beberapa pemanis selain stevia bisa memiliki tingkat kemanisan jauh lebih tinggi dibandingkan gula pasir biasa. Oleh karena itu, jangan langsung menggunakan takaran yang sama seperti saat menambahkan gula pasir.

Ikuti petunjuk penggunaan pada kemasan dan tambahkan sedikit demi sedikit sampai mendapatkan rasa manis yang diinginkan. Perhatikan juga takaran saji dan jumlah kalori atau gula per sajian jika sedang membatasi asupan gula.

3. Rasa yang Tertinggal (Aftertaste)

Tidak semua pemanis memberikan sensasi manis yang sama. Sebagian produk dapat meninggalkan rasa tertentu atau sensasi dingin di mulut setelah diminum.

Jika baru menggunakan jenis pemanis tertentu, sebaiknya coba produk dalam jumlah kecil terlebih dahulu untuk mengetahui apakah rasanya cocok dengan jenis minuman yang biasa dikonsumsi dan apakah ada aftertaste yang mengganggu.

4. Ketahanan di Suhu Panas

Jika lebih sering menikmati kopi atau teh panas, periksa apakah pemanis yang digunakan tetap stabil ketika terkena suhu tinggi. Sebagai contoh, FDA menjelaskan bahwa aspartam tidak tahan panas dan dapat kehilangan rasa manis ketika dipanaskan.

5. Komposisi Produk

Produk pemanis yang dijual di pasaran bisa mengandung satu jenis pemanis atau kombinasi beberapa bahan. Misalnya, produk berbahan stevia kadang dicampur dengan erythritol. Kombinasi tersebut bisa memengaruhi tingkat kemanisan maupun jumlah kalori per sajian.

6. Informasi Nilai Gizi dan Petunjuk Penggunaan

Baca informasi nilai gizi untuk mengetahui kandungan kalori, karbohidrat, dan gula dalam setiap takaran saji. Perhatikan juga petunjuk penggunaan karena tingkat kemanisan setiap pemanis bisa berbeda-beda.

7. Peringatan Khusus dan Izin Edar

Beberapa produk pemanis memiliki peringatan khusus yang perlu diperhatikan. Sebagai contoh, produk yang mengandung aspartam biasanya akan mencantumkan informasi bahwa produk mengandung fenilalanin sehingga perlu dihindari oleh penderita fenilketonuria (PKU).

Pastikan juga produk sudah terdaftar BPOM atau memiliki SPP-IRT. Izin edar ini untuk memastikan bahwa produk benar-benar legal dan aman untuk dikonsumsi.

Rekomendasi Produk Pemanis Selain Stevia

Daun Stevia

Ilustrasi Pemanis. foto/istockphoto

Jika ingin mencoba pemanis selain stevia, ada beberapa produk yang bisa dipilih sesuai selera dan kebutuhan. Masing-masing menawarkan tingkat kemanisan serta karakter rasa yang berbeda, berikut beberapa rekomendasi pemanis tanpa stevia yang bisa dicampur ke dalam teh maupun kopi:

1. Equal Sweetener Monk Fruit

Equal Sweetener Monk Fruit merupakan produk pemanis berbahan dasar ekstrak buah monk fruit atau Luo Han Guo. produk ini bebas kalori dan bisa dijadikan pengganti gula untuk berbagai minuman, baik panas maupun dingin, termasuk kopi dan teh.

Equal Sweetener Monk Fruit sudah mendapat izin edar BPOM dan tersedia dalam dua variasi, yaitu kemasan 200 gram dan kemasan 40 stik. Produk ini dijual dengan harga Rp80.000–Rp90.000 (40 stik).

2. Tropicana Slim Sweetener DIABTX

Tropicana Slim menghadirkan produk pemanis nol kalori, tanpa gula pasir, dan dilengkapi mineral kromium. Produk ini mengandung pemanis jenis sorbitol, erythritol, dan sukralosa, serta dapat dijadikan alternatif gula bagi pengidap diabetes dan mereka yang sedang membatasi asupan kalori.

Satu saset produk berisi 2 gram pemanis yang memiliki tingkat kemanisan setara dengan dua sendok teh gula pasir. Cukup tambahkan 1–2 saset ke dalam kopi, teh, atau minuman favorit lainnya sesuai tingkat kemanisan yang diinginkan. Harganya sekitar Rp45.000–Rp55.000 (50 saset).

3. Thermolyte Sweetener

Thermolyte Sweetener termasuk pemanis selain stevia yang bisa dicoba di rumah. Produk ini mengandung sukralosa, sorbitol, dan maltodekstrin, serta dapat digunakan untuk mempermanis minuman panas maupun dingin, termasuk kopi, teh, dan jus.

Satu saset ukuran 1 gram memiliki tingkat kemanisan setara dengan sekitar 3,5 sendok teh gula pasir. Untuk minuman, larutkan satu saset saja ke dalam segelas minuman berukuran 250 ml. Pemanis ini bisa dibelli di harga Rp23.000–Rp25.000 (25 saset)

4. Equal Gold

Rekomendasi berikutnya ada Equal Gold, pemanis pengganti gula yang mengandung eritritol dan sukralosa. Produk ini tersedia dalam kemasan 50 saset stik yang praktis digunakan di rumah maupun saat bepergian untuk berbagai minuman, termasuk teh dan kopu.

Satu stik saset (0,8 gram) memiliki tingkat kemanisan setara dengan dua sendok teh gula pasir. Tidak mengandung kalori, pemanis ini juga bisa dijadikan alternatif bagi mereka yang ingin membatasi asupan gula. Equal Gold dibanderol harga Rp45.000–Rp55.000 (50 stik).

5. Greenara Erythritol Natural Sweetener

Produk ini merupakan pemanis berbahan eritritol yang bisa dipakai sebagai alternatif pengganti gula untuk berbagai kebutuhan. Produk ini memiliki rasa manis alami, nol kalori, serta dampak glikemik yang rendah.

Greenara Erythritol Natural Sweetener cocok dicampurkan ke dalam minuman seperti teh dan kopi, bisa juga dicampurkan ke dalam berbagai resep makanan, termasuk kue dan cookies. Hadir dalam kemasan 1 kg, produk pemanis ini dibanderol harga Rp150.000–Rp160.000.

Tertarik dengan info menarik lain seputar dunia kesehatan? Temukan berbagai tips, rekomendasi produk pilihan, hingga berita terkini melalui kumpulan artikel Tirto di tautan ini:

Kumpulan Artikel Kesehatan

Baca juga artikel terkait GULA atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - Kesehatan
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani