Realisasi Pembangunan Infrastruktur Periode I Jokowi Cuma Capai 46%

Oleh: Selfie Miftahul Jannah - 2 Oktober 2019
Dibaca Normal 1 menit
Proyek strategis nasional (PSN) yang digarap pada Periode I Presiden Joko Widodo (Jokowi) hanya terealisasi 46 persen.
tirto.id - Proyek strategis nasional (PSN) yang digarap pada Periode I Presiden Joko Widodo (Jokowi) hanya terealisasi 46 persen.

Ketua Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) Wahyu Utamo menyebut, dalam daftar rencana pembangunan infrastruktur prioritas 2014 pemerintah mengagendakan ada 233 proyek yang akan rampung pada 2019.

Namun, target tersebut nampaknya tak akan terealisasi, karena hingga akhir 2019 saja pemerintah hanya bisa membangun sampai 103 proyek.

"Per September 2019 ada 81 proyek yang sudah selesai. Kami mencatat kemungkinan besar akhir 2019 akan mencapai 103 proyek yang akan selesai dan hingga 2020 sekitar 143 dari 223 yang dapat kami selesaikan," kata Wahyu di Jakarta Selatan, Rabu (2/10/2019).

Menurut Wahyu, secara kumulatif terhitung sejak 2016 sampai September 2019 terdapat 81 PSN yang selesai dengan nilai investasi Rp390 triliun. Agenda PSN sendiri terdiri dari 223 proyek 3 program dengan nilai Rp4.183 triliun.

Meski tak mencapai target, pembiayaan infrastruktur dalam lima tahun ke depan ditarget naik lagi. Pada periode II Jokowi, pemerintah menargetkan akan ada uang Rp6.400 triliun yang masuk ke negara untuk bangun infrastruktur di Indonesia.

Soal sumbernya, kata Wahyu, pemerintah berharap swasta dan investor asing untuk bisa berkontribusi dalam membangun infrastruktur RI.

"Kita tahu dalam lima tahun ke depan, jumlah kegiatan infrastruktur akan meningkat sekitar Rp6400 triliun sehingga tentunya kalau kita harap dari APBN APBD tidak cukup sehingga perlu ada peningkatan ikut serta swasta dalam pembiayaan infrastruktur," jelas dia.

Maka dari itu saat ini pemerintah tengah gencar mempersiapkan berbagai formula agar investor dan swasta minat untuk menanamkan pundi-pundinya di Indonesia. Beberapa skema sudah disiapkan seperti Bank Tanah untuk pengadaan lahan dan tanah usaha, penyederhanaan prosedur izin usaha sampai harmonisasi aturan agar segala skemanya tersinergi.

"Pengadaan tanah jadi kunci. Penyederhaan proses ijin, harmonisasi aturan dan paling penting sinergi dan koordinasi stakeholder," terang dia.

Sebagai informasi, dalam paparan presentasi Wahyu sempat menjelaskan secara rinci soal capaian pemerintah pada lima tahun ke belakang. Seperti, proyek yang selesai pada 2016 mencapai 20 proyek dengan nilai Rp33,3 triliun, capaiannya yaitu 7 bandara, 1 jalan tol, 6 bendungan, 1 pelabuhan, 1 jalur pipa gas, 4 PLBN

Kemudian proyek yang selesai tahun 2017 ada 10 proyek senilai Rp61,4 triliun. Seperti 2 jalan tol, 1 jalan akses, 1 bandara, 1 fasilitas gas, 3 PLBN, 1 bendungan, 1 saluran irigasi

Kemudian proyek yang selesai di tahun 2018 mencapai 32 proyek senilai Rp207,4 triliun. Seperti 2 kereta api, 4 bendungan, 1 irigasi, 10 jalan tol, 5 KEK, 1 bandara kawasan industri, 4 semelter, 1 sentra kelautan perikanan.

Kemudian proyek yang selesai di tahun September 2019 yaitu, 19 proyek senilai Rp7,7 triliun. Terdiri dari 3 bandara, 5 jalan, 4 kawasan, 2 smelter, 3 bendungan sampai 2 teknologi.

Baca juga artikel terkait PROYEK INFRASTRUKTUR atau tulisan menarik lainnya Selfie Miftahul Jannah
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Maya Saputri
DarkLight