RAPBN 2023, Ekonom: Pemerintah Terkesan Optimistis

Reporter: Dwi Aditya Putra, tirto.id - 18 Agu 2022 08:44 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Celios menilai asumsi dasar ekonomi makro dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2023 terkesan optimistis.
tirto.id - Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira menilai asumsi dasar ekonomi makro dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2023 terkesan optimistis. Hal itu seiring dengan pertumbuhan ekonomi pada tahun depan diasumsikan berada di 5,3 persen atau lebih tinggi dari outlook tahun ini yaitu 5,2 persen.

"Jadi pidato jokowi dalam RAPBN 2023 memang terkesan optimis. Satu dia optimis karena ekonomi globalnya turun, tapi Indonesia masih bisa tumbuh ekonominya 5,3 persen," kata Bhima kepada Tirto, Kamis (18/8/2022).

Kemudian kedua, kata Bhima, optimisme dari asumsi harga minyak mentah dalam RAPBN 2023 masih tinggi, yakni berada di kisaran 90 dolar AS per barel. Hal itu masih jauh dari asumsi harga minyak mentah Indonesia atau ICP 2022 ditetapkan 63 dolar AS per barel.

"Sepertinya komoditas diharapkan masih menolong meskipun itu yang kita ragukan. Karena harga komoditas bisa jadi sudah mencapai puncaknya kemudian turun lagi, karena kalau ada resesi global permintaannya turun berarti harga komoditas juga mengalami penurunan," ucapnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menetapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023 berada di 5,3 persen. Pertumbuhan itu lebih tinggi dari outlook tahun ini sebesar 5,2 persen

"Maka asumsi dasar ekonomi makro sebagai landasan penyusunan RAPBN 2023 pertumbuhan ekonomi 2023 diperkirakan sebesar 5,3 persen. Kita akan berupaya maksimal dalam menjaga keberlanjutan penguatan ekonomi nasional," kata Jokowi dalam Nota Keuangan RAPBN 2023, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (16/8/2022)

Jokowi mengatakan, ekspansi produksi yang konsisten akan terus didorong untuk membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya. Berbagai sumber pertumbuhan baru juga harus segera diwujudkan.

Sementara itu, dalam RAPBN tahun depan inflasi akan tetap dijaga pada kisaran 3,3 persen. Kebijakan APBN, kata Jokowi, akan tetap diarahkan untuk mengantisipasi tekanan inflasi dari eksternal, terutama inflasi energi dan pangan.

"Asumsi inflasi pada level ini juga menggambarkan keberlanjutan pemulihan sisi permintaan, terutama akibat perbaikan daya beli masyarakat," ujarnya.

Sedangkan rata-rata nilai tukar Rupiah diperkirakan bergerak di sekitar Rp14.750 per dolar AS dan rata-rata suku bunga Surat Utang Negara 10 tahun diprediksi pada level 7,85 persen.

Selanjutnya, harga minyak mentah Indonesia (ICP) diperkirakan akan berkisar pada 90 dolar AS per barel.Di sisi lain, lifting minyak dan gas bumi diperkirakan masing-masing mencapai 660 ribu barel per hari dan 1,05 juta barel setara minyak per hari.




Baca juga artikel terkait RAPBN 2023 atau tulisan menarik lainnya Dwi Aditya Putra
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Dwi Aditya Putra
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Intan Umbari Prihatin

DarkLight