Indeks Budha

Umat Buddha Rayakan Waisak 2026 di Borobudur
Puncak perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 BE berlangsung khidmat di Candi Borobudur

Berjalan Kaki dari Semarang, 43 Biksu Tudhong Tiba di Borobudur
Bhante Kamsai menyebut jika total perjalanan yang dilakukan para biksu adalah 60 kilometer dari Semarang menuju Magelang.

Aman dan Khidmat Merayakan Trisuci Waisak
Umat Buddha merayakan hari raya Tri Waisak pada Minggu (19/5).

Puncak Perayaan Asadha
Pujabakti Agung Asadha 2561/2017 di Candi Borobudur, Magelang, Jateng, Sabtu (8/7).
Ritual Perayaan Waisak 2561
Umat Budha merayakan Trisuci Waisak 2561 BE tahun 2017 dengan melakukan ritual doa bersama untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta perdamaian di Indonesia.
Umat Buddha Jaga Kebhinekaan dengan Tri Kerukunan Beragama
Khemacaro menyatakan bahwa kebhinekaan suku, ras, budaya, bahasa dan agama adalah bukti nyata kekayaan bangsa Indonesia yang dipersatukan oleh ideologi bangsa, yaitu Pancasila.
Vesak Festival 2017
Suasana pembukaan Vesak Festival 2017 di Tunjungan Plaza, Surabaya, Jawa Timur.

Ani Choying Drolma, Menjadi Penyanyi Sekaligus Biksuni
Jalan panjang seorang anak korban KDRT menjadi biarawati dan musisi.
Kekerasan di Rohingya Tak Selaras dengan Ajaran Budha
Kepala Vihara Tanah Putih Semarang Bikkhu Cattamano Thera menilai kekerasan yang dialami warga Rohingnya di Myanmar tersebut tidak selaras dengan ajaran agama Buddha.
Konflik di Myanmar, Solidaritas di Indonesia
Konflik di Myanmar menyebabkan ribuan warga muslim etnis Rohingya memicu keprihatinan. Di Indonesia tragedi itu membuat sejumlah umat muslim dan Budha ikut berempati.
Belajar tentang Kemurahan Hati dari Irak dan Myanmar
Indeks Kedermawaan Global CAF 2016 menempatkan Irak di posisi teratas sebagai negara dengan orang-orang paling murah hati terhadap orang asing meski sedang dikoyak-koyak perang sipil. Sedangkan Myanmar didaulat sebagai negara yang paling gemar berderma walaupun baru saja lepas dari kediktatoran militer. Ada apa di belakang itu semua?

Gatot Subroto, Sersan "Gila" yang Cinta Damai
Orang mengenal Gatot Subroto sebagai panglima militer dan pahlawan nasional. Di masa mudanya, dia suka berkelahi dan keras kepala, tetapi di masa tuanya dia adalah pelindung agama cinta damai bernama Budha.
Masuk tirto.id








