Menuju konten utama

Puluhan Pengungsi & Relawan Longsor di Nganjuk Diduga Keracunan

Sebanyak 21 orang pengungsi dan relawan bencana tanah longsor di Desa Ngetos sakit diduga akibat keracunan makanan.

Puluhan Pengungsi & Relawan Longsor di Nganjuk Diduga Keracunan
Sejumlah relawan membungkus makanan untuk dibagikan pengungsi dan petugas di dapur umum tanah longsor di Ngetos, Nganjuk, Jawa Timur, Senin (15/2/2021). ANTARA FOTO/Zabur Karuru/hp.

tirto.id - Puluhan pengungsi dan relawan bencana tanah longsor di Desa Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, menderita sakit mirip gejala keracunan. Saat ini mereka masih dalam perawatan.

Arif Firmansyah, salah seorang korban keracunan massal mengatakan ia dengan dua orang temannya sebelumnya makan mi ayam yang disiapkan petugas, Kamis (18/2/2021).

"Saya makan mi ayam sekitar jam 18.00 WIB dan baru merasa keracunan itu jam 24.00 WIB," kata Arif di Nganjuk, Jumat (19/2/2021) pagi.

Sebanyak 21 orang pengungsi dan relawan bencana tanah longsor di Desa Ngetos yang saat ini mengalami sakit serupa. Mereka sakit perut dan muntah-muntah.

Rata-rata mereka makan mi ayam bantuan dari donatur pada Kamis sore. Mi tersebut dimasak oleh petugas di depan kantor Kecamatan Ngetos dengan alat kompor tersendiri.

Arif Firmansyah menjelaskan mi yang dimasak adalah mi untuk mi ayam dengan model mi basah. Seluruhnya dimasak oleh petugas lalu ditaruh di mangkuk makanan lengkap dengan bumbunya. Mi ayam tersebut baru dimasak pada Kamis sore dan langsung dibagikan kepada petugas.

Seluruhnya juga diberikan kepada yang mau baik warga dan relawan bencana tanah longsor tersebut. Ada banyak mi ayam yang disediakan oleh petugas dan semuanya dibagikan.

Mayoritas para korban mulai merasakan sakit pada Kamis malam. Mereka mengalami muntah-muntah serta diare.

Mereka langsung dibawa ke Puskemas Ngetos yang lokasinya di depan posko utama, Kantor Kecamatan Ngetos. Tempat itu juga dekat dengan tempat pengungsian warga.

Dari sekitar 21 orang yang diduga mengalami keracunan tersebut, tiga orang terpaksa dirujuk ke RSUD Nganjuk, karena kondisinya semakin lemah. Hal itu untuk dilakukan agar mereka mendapatkan perawatan lebih optimal.

Polisi masih menyelidiki kasus tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi baik petugas masak, pengungsi dan relawan yang menjadi korban. Petugas juga mengambil sampel dari sisa mi ayam yang telah dimasak itu dan sampel muntahan korban.

Musibah tanah longsor terjadi di Dusun Selopuro, Desa/kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, pada Minggu (14/2/2021) setelah hujan deras mengguyur daerah ini. Akibatnya, 10 rumah warga rusak, yakni delapan rumah warga tertimbun dan dua rusak berat.

Di daerah tersebut, ada 186 orang warga yang terdata. Dari jumlah itu, 21 orang di antaranya dinyatakan hilang. Dari jumlah itu, dua orang berhasil selamat, 18 orang meninggal dunia serta seorang lagi masih dicari.

Baca juga artikel terkait TANAH LONGSOR NGANJUK atau tulisan lainnya dari Gilang Ramadhan

tirto.id - Sosial budaya
Penulis: Gilang Ramadhan
Editor: Gilang Ramadhan & Antara