Polisi Diminta Buktikan Ada Donasi Danau Toba di Rekening Ratna

Oleh: Adi Briantika - 8 Oktober 2018
Pengacara mengatakan Ratna hanya membuka rekening dengan nama yang sama.
tirto.id - Kuasa Hukum Ratna Sarumpaet, Insank Nasruddin meminta polisi membuktikan apakah ada uang donasi untuk korban KM Sinar Bangun di rekening kliennya. Sebab, polisi menyatakan Ratna menggunakan rekening yang sama untuk membayar biaya operasi plastiknya.

Insank mengatakan, kliennya hanya membuka rekening dengan nama yang sama. “Dia hanya membuka rekening atas nama beliau. Kalau buka rekening sah saja, tapi apakah ada donatur yang memasukkan dana ke situ [rekening tersebut],” ujar dia di Polda Metro Jaya, Senin (8/10/2018).

Menurut Insank, kepolisian harus menelusuri dana sumbangan yang mengalir ke rekening Ratna. Jika betul ada donasi dan digunakan oleh kliennya, maka kepolisian dapat mengaitkan dengan jumlah dana yang dimiliki oleh aktivis tersebut.

Insank mengaku telah bertanya kepada Ratna perihal rekening itu, ia menyatakan tidak ada uang sumbangan yang digunakan untuk pembiayaan operasi wajah.


“Beliau mengatakan tidak ada dana Danau Toba untuk biaya operasi. Itu [biaya operasi] murni dana dia,” jelas Insank.

Berdasarkan penyelidikan Polda Metro Jaya terkait data perbankan, ditemukan nomor rekening BCA bernomor 2721360727 atas nama Ratna Sarumpaet.

Dalam penyelidikan, diketahui rekening pribadi Ratna digunakan untuk melakukan pembayaran secara debit kepada RS Bina Estetika dengan rincian, Rp25 juta dibayarkan pada 20 September 2018, sekitar pukul 21.02 WIB. Selanjutnya, Rp25 juta dibayarkan pada 21 September, pukul 17.06 WIB, dan pada 24 September, pukul 21.11 WIB Ratna membayar Rp40 juta.

Ratna mengaku mendatangi rumah sakit di wilayah Menteng, Jakarta Pusat itu untuk menyedot lemak di pipi kanannya. Pernyataan ini sekaligus membenarkan dugaan bahwa foto wajah Ratna yang tersebar bukan karena dikeroyok, tapi dampak operasi.


Baca juga artikel terkait KASUS RATNA SARUMPAET atau tulisan menarik lainnya Adi Briantika
(tirto.id - Hukum)

Reporter: Adi Briantika
Penulis: Adi Briantika
Editor: Dipna Videlia Putsanra