Polda Jateng Tarik 250 Personel dari Wadas, Sebagian Masih Berjaga

Reporter: Adi Briantika - 11 Feb 2022 10:10 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Aparat gabungan Polri, TNI dan Satpol PP masih berjaga di Desa Wadas dengan dalih pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.
tirto.id - Polda Jawa Tengah (Jateng) menarik 250 personel dari Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo. Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iqbal Alqudusy mengatakan tugas mereka mengawal tim Badan Pertanahan Nasional (BPN) mengukur lahan untuk proyek pertambangan material andesit di Wadas sudah selesai.

“Yang pasti 250 personel pendamping BPN sudah selesai dan sudah kembali (ke markas kepolisian),” kata Iqbal kepada reporter Tirto, Jumat (11/2/2022).

Meski begitu, Iqbal menyebut aparat gabungan masih berjaga di Desa Wadas guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kambtibmas) di Desa Wadas. Ia menambahkan polisi wanita juga diterjunkan untuk membagikan sembako kepada warga di sana.

“Pendampingan BPN sudah selesai, tinggal pemeliharaan kamtibmas saja. Masih ada yang berjaga di bawah kendali kapolres. Ada Polri, TNI dan Pol PP,” sambung Iqbal.

Akan tetapi, Iqbal tak mengetahui jumlah personel gabungan yang masih berada di Desa Wadas.

“Tergantung kebutuhan Kapolres, dia yang mengetahui karakteristik kerawanan wilayahnya,” tambah Iqbal.

Tim BPN rampung mengukur 346 bidang tanah warga proyek pertambangan material andesit. Material tersebut akan digunakan untuk pembangunan Bendungan Bener.

Total tanah untuk proyek tambang sebanyak 617 bidang: 346 bidang sudah disetujui, 133 bidang masih ditolak dan sisanya belum memutuskan.

Kepolisian diterjunkan saat mendampingi pengukuran lahan oleh BPN di Desa Wadas sejak Senin (8/2/2022). Mobilisasi polisi itu diwarnai dengan aksi kekerasan dan penangkapan terhadap puluhan warga Desa Wadas.

Sebanyak 67 orang ditangkap tanpa alasan dan ditahan di Polres Purworejo. Saat ini, mereka sudah dilepaskan oleh polisi.

Selanjutnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memastikan pengukuran tanah untuk pertambangan di Desa Wadas dilanjutkan meski ditolak warga.

"Kami memastikan bahwa proyek pengukuran tanah di Desa Wadas yang nantinya akan diambil batuan quarry untuk pembangunan Bendungan Bener akan tetap berjalan," ujar Ganjar, Rabu.

Ganjar menegaskan keputusan itu sudah bulat. Ia bertugas memastikan terciptanya dialog terbuka antarwarga terutama pihak yang menolak tambang di Desa Wadas.


Baca juga artikel terkait KONFLIK DEWA WADAS atau tulisan menarik lainnya Adi Briantika
(tirto.id - Hukum)

Reporter: Adi Briantika
Penulis: Adi Briantika
Editor: Gilang Ramadhan

DarkLight