Berita hoaks terkait kompensasi PLN tersebut dibagikan melalui pesan berantai. Padahal informasi tersebut sebenarnya adalah terkait kompensasi yang pernah diberikan oleh PLN pada saat padam listrik yang terjadi pada Agustus 2019 lalu. Bukan kompensasi karena adanya Work From Home.

"Jadi bisa kami pastikan isu tersebut tidak benar," kata Executive Vice President Corporate Communication and CSR PLN, I Made Suprateka, di Jakarta, Minggu (29/3/2020) sebagaimana dikutip Antara.

Beredar mengenai pesan di dalam aplikasi chatting mengenai pendataan kompensasi listrik bagi masyarakat akibat adanya kebijakan WFH. Dalam tautan melalui pesan WhatsApp tersebut, pengunjung akan diarahkan pada website yang berisikan data informasi pelanggan PLN.

Namun, pada dasarnya data tersebut adalah data yang diperlukan pada saat blackout atau pemadaman massal pada waktu lalu.