STOP PRESS! Polri Benarkan Hary Tanoe Tersangka Kasus SMS Ancaman Jaksa

Pertamina Jamin BBM Lancar Meski Ada Aksi Mogok Mobil Tangki

Pertamina Jamin BBM Lancar Meski Ada Aksi Mogok Mobil Tangki
Anggota Awak Mobil Tangki (AMT) yang tergabung dalam anggota Serikat Buruh Transportasi Perjuangan Indonesia-Federasi melakukan aksi mogok kerja (TBBM) Ujung Berung, Bandung, Senin (19/6). ANTARA FOTO/Fahrul Jayadiputra.
Reporter: Maya Saputri
20 Juni, 2017 dibaca normal 2 menit
PT Pertamina Patra Niaga menjamin kelancaran distribusi BBM menjelang dan setelah Lebaran 2017 terutama di daerah yang mendapat ancaman aksi pemogokan oleh awak mobil tangki.
tirto.id - PT Pertamina Patra Niaga menjamin kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) menjelang dan setelah Lebaran 2017 terutama di daerah yang mendapat ancaman aksi pemogokan oleh awak mobil tangki (AMT).

Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Patra Niaga, Rudy Permana, mengatakan telah membentuk satuan tugas yang melibatkan AMT walaupun ada rencana aksi mogok kerja nasional yang dilakukan mantan karyawan PT Garda Utama Nasional yang tergabung dalam Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia (FBTPI).

"Dengan program Satuan Tugas SIAP, PT Pertamina Patra Niaga bekerjasama dengan semua mitra kerja 4P dan armadanya, menjamin kelancaran distribusi BBM untuk masyarakat, khususnya di SPBU di daerah-daerah yang mendapat ancaman mogok nasional," kata Permana, melalui keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (20/6/2017).

Ia memaparkan hingga Senin (19/6/2017), ada 1.203 personil AMT yang siap bertugas di Terminal BBM Jakarta Group Plumpang atau melebihi kebutuhan normal harian yang hanya 1.190 orang.

Sebagai pendukung, Pertamina Patra Niaga juga menyiapkan 200 orang AMT Sipil yakni TNI dan Polri, serta telah disiapkan strategi alih suplai antar TBBM agar ketersediaan BBM bagi masyarakat aman terpenuhi.

Jaminan kelancaran operasional distribusi BBM tersebut meliputi Jabodetabek, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera, dan Sulawesi, telah mendapat dukungan dan peran serta awak mobil tangki (AMT) dari Perusahaan Pemborong Pekerjaan Pengangkutan, yaitu PT Garda Utama Nasional, PT Ceria Utama Abadi, PT Absolute Service, PT Prima Perkasa Mandiri, PT Ardina Prima, dan PT Cahaya Andika Tamara.

AMT tersebut adalah karyawan tetap perusahaan 4P yang sudah terseleksi melalui persyaratan dan tahapan sesuai proses pengangkatan, salah satunya tingkat kehadiran 100 persen selama masa evaluasi tiga bulan.

Ada pun rencana aksi mogok nasional 350 orang mantan karyawan PT Garda Utama Nasional yang tergabung dalam FBTPI karena PHK. Aksi ini bertujan menghambat pasokan BBM nasional menjelang Lebaran 2017.

Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga menyatakan tidak pernah mem-PHK awak mobil tangki yang kemudian berencana melakukan aksi mogok kerja di sejumlah daerah dan berpotensi menghambat distribusi BBM.

Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Patra Niaga, Rudy Permana, mengatakan AMT berasal dari Perusahaan Pemborong Pekerjaan Pengangkutan (4P) yang bekerja sama dengan PT Pertamina Patra Niaga, yaitu PT Garda Utama Nasional, PT Ceria Utama Abadi, PT Absolute Service, PT Prima Perkasa Mandiri, PT Ardina Prima, dan PT Cahaya Andika Tamara.

"Karena mereka bukan karyawan Pertamina Patra Niaga, bagaimana kami bisa mem-PHK mereka? Itu jelas dulu, karena hubungan kami tidak ada hubungan tenaga kerja di situ. Mereka ini sebetulnya adalah pekerja dari perusahaan pemborongan tadi," kata dia, di Jakarta, Senin (19/6/2017).

Ia menjelaskan jika dinilai melakukan PHK secara sepihak, maka itu bukan dari PT Pertamina Patra Niaga, melainkan perusahaan 4P yang tidak meloloskan AMT sebagai karyawan tetap mereka.

AMT dari perusahaan 4P itu tidak memenuhi standar kinerja yang diinginkan untuk diangkat menjadi pegawai tetap. Di sisi lain, AMT yang diangkat menjadi karyawan tetap 4P harus diseleksi dan dinyatakan memenuhi proses perekrutan, salah satunya tingkat kehadiran 100 persen selama masa evaluasi tiga bulan.

"Seandainya mereka lolos masa evaluasi, kinerja mereka juga jauh di bawah apa yang diminta, misalnya satu bulan diminta 20 hari kerja, mereka hanya masuk lima sampai enam hari. Ini kalau kita lihat tidak memenuhi syarat," kata dia, seperti diberitakan Antara.

Dia menyesalkan rencana aksi mogok nasional 350 orang mantan karyawan PT Garda Utama Nasional yang tergabung dalam FBTPI karena PHK. Aksi ini bertujan menghambat pasokan BBM nasional menjelang Lebaran 2017.

Baca juga artikel terkait ARUS MUDIK LEBARAN atau tulisan menarik lainnya Maya Saputri
(tirto.id - may/may)

Keyword