Penelitian Sebut Tidur Lebih dari 8 Jam Berpotensi Penyakit Jantung

Oleh: Maria Ulfa - 6 Desember 2018
Dibaca Normal 1 menit
Orang yang tidur total delapan hingga sembilan jam sehari memiliki risiko 5 persen lebih besar menderita jantung daripada mereka yang tidur enam hingga delapan jam.
tirto.id - Studi terbaru mengungkapkan bahwa orang yang tidur delapan jam atau lebih, bisa berpotensi terkena penyakit jantung dan penyakit pembuluh darah ke otak.

Studi yang dilakukan oleh Cuangshi Wang dengan judul Association of estimated sleep duration and naps with mortality and cardiovascular events: a study of 116 632 people from 21 countries, menemukan bahwa orang yang tidur total delapan hingga sembilan jam sehari memiliki risiko 5 persen lebih besar menderita jantung daripada mereka yang tidur enam hingga delapan jam.

Bahaya itu naik ke risiko 17 persen lebih tinggi bagi mereka yang tidur antara sembilan dan 10 jam sehari. Sementara mereka yang tidur lebih dari 10 jam sehari memiliki 41 persen peningkatan risiko penyakit kardiovaskular atau kematian.

Tidur dengan lebih dari delapan jam sendiri menjadi salah satu penyebab meningkatnya risiko penyakit jantung. Faktor lain yang dapat menyebabkan penyakit jantung, dilansir dari Health Line (6/12/2018) adalah faktor usia. Risiko penyakit jantung meningkat sekitar usia 55 tahun pada wanita dan usia 45 pria.

Faktor risiko lainnya adalah:
  • Kegemukan
  • Resistensi insulin atau diabetes
  • Kolesterol tinggi dan tekanan darah
  • Riwayat keluarga penyakit jantung
  • Tidak aktif secara fisik
  • Merokok
  • Makan makanan yang tidak sehat
  • Depresi klinis
Dan faktor lainnya adalah dikarenakan gaya hidup yang tidak sehat. Meskipun faktor genetik dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, pilihan gaya hidup yang tidak sehat memainkan peranan yang besar.

Masih dari sumber yang sama, beberapa pilihan gaya hidup yang tidak sehat yang dapat berkontribusi pada penyakit jantung meliputi:

  • Kurang latihan fisik
  • Makan makanan tidak sehat yang tinggi protein lemak, lemak trans, makanan manis, dan sodium
  • Merokok
  • Minum alkohol berlebihan
  • Tinggal di lingkungan yang tingkat stresnya (tekanan) tinggi tanpa teknik manajemen stres yang tepat
  • Diabetes yang tidak dirawat
Sedangkan gejala yang akan muncul pada penderita penyakit jantung khususnya serangan jantung seperti dilansir dari Web MD (6/12/2018) adalah:

  • Ketidaknyamanan, tekanan, berat, atau nyeri di dada, lengan, atau di bawah tulang dada
  • Ketidaknyamanan memancar ke punggung, rahang, tenggorokan, atau lengan
  • Kepenuhan, gangguan pencernaan, atau perasaan tercekik (mungkin terasa seperti sakit maag)
  • Berkeringat, mual, muntah, atau pusing
  • Kelemahan ekstrim, kecemasan, atau sesak napas
  • Detak jantung cepat atau tidak teratur
Beberapa orang mengalami serangan jantung tanpa memiliki gejala, yang dikenal sebagai infark miokard. Hal ini lebih sering terjadi pada penderita diabetes.


Baca juga artikel terkait PENYAKIT atau tulisan menarik lainnya Maria Ulfa
(tirto.id - Kesehatan)


Penulis: Maria Ulfa
Editor: Yulaika Ramadhani
Dari Sejawat
Infografik Instagram