Pemerintah Kerahkan 191.807 Personel Keamanan Jelang Nataru

Oleh: Adi Briantika - 13 Desember 2019
Pemerintah akan mengerahkan 191.807 personel pengamanan dari TNI-Polri serta satuan lain dalam rangka pengamanan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru).
tirto.id - Pemerintah akan mengerahkan 191.807 personel pengamanan dari TNI-Polri serta satuan lain dalam rangka pengamanan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru).

Kapolri Jenderal Idham Azis menyatakan operasi pengamanan bersandi Lilin 2019 akan digelar di seluruh wilayah Indonesia. Nanti, apel gelar pasukan akan dilaksanakan pada 19 Desember 2019 di Medan.

"Sebanyak 61.308 objek keamanan akan diamankan Polri seperti gereja, tempat wisata, pusat perbelanjaan, objek tahun baru, terminal," ucap Idham dalam keterangan tertulis yang diterima Tirto, Jumat (13/12/2019).

Idham juga merinci sejumlah langkah pengamanan Polri selama Nataru ini di antaranya adalah mengoptimalkan rekayasa lalu lintas seperti pengendalian terpusat, contra flow, buka tutup arus, dan one way system.

Kemudian, mengoptimalkan peran tiga satgas pendukung operasi seperti satgas bencana alam, satgas Pangan, dan satgas BBM. Lalu, memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, serta menegakkan hukum terhadap jaringan pelaku teror secara senyap.

Kapolri juga mengingatkan jajarannya dalam persiapan pengamanan, seperti mengecek kembali rencana operasional, kebutuhan anggaran, kesiapan sarana dan prasarana serta dan penempatan anggota.

Lalu, memetakan titik kerawanan; berkorban dengan stakeholder terkait; memastikan anggota polisi ada di lapangan; melakukan deteksi dini dan penggalangan terhadap ormas; memonitoring dan cek selalu stabilitas harga pangan; meningkatkan kewaspadaan; dan analisis dan evaluasi rutin setiap kegiatan.

Sementara, Menko Polhukam Mahfud MD menyatakan ada beberapa hal yang jadi atensi kerawanan Nataru seperti ancaman terorisme, kelancaran arus mudik, serta gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kegiatan masyarakat dalam merayakan Nataru, lanjut dia, berpengaruh pada peningkatan mobilitas masyarakat yang berpotensi kerawanan terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat. "Ancaman teror, sweeping oleh oknum tertentu, intoleransi antar umat beragama, hingga pembakaran rumah ibadah harus diantisipasi sedini mungkin," sambung Mahfud.


Baca juga artikel terkait PENGAMANAN NATAL DAN TAHUN BARU atau tulisan menarik lainnya Adi Briantika
(tirto.id - Politik)

Reporter: Adi Briantika
Penulis: Adi Briantika
Editor: Ringkang Gumiwang
DarkLight