Optimalkan Gula Lokal, 7 Anak Usaha PTPN Bikin Holding BUMN SugarCo

Oleh: Selfie Miftahul Jannah - 21 Juni 2021
Dibaca Normal 1 menit
Biaya untuk pembentukan dan pembangunan subholding SugarCo akan berasal dari investor dalam dan luar negeri.
tirto.id - Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara III (Persero), Mohammad Abdul Ghani, membeberkan rencana strategi mengoptimalkan produksi gula lokal. Ia bilang adalah dengan menggabungkan tujuh anak usaha yang ada di bawah holding PTPN Group untuk menjadi satu perusahaan gula.

“Nantinya 7 perusahaan itu akan kami jadikan 1 entitas namanya SugarCo,” kata dia dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI, DPR RI, Senin (21/6/2021).

Tujuh anak usaha yang nantinya akan dilebur menjadi satu adalah PTPN II, PTPN VII (PT BCAN), PTPN IX, PTPN X, PTPN XI, PTPN XII (PT IGG), dan PTPN XIV. Langkah dari penggabungan tujuh anak usaha ini merupakan strategi restrukturisasi bisnis gula yang dirancang perusahaan agar produksi gula lokal bisa bersaing dengan gula impor. Nantinya, kata Abdul Ghani, SugarCo menjadi subholding dalam struktur organisasi PTPN.

Biaya untuk pembentukan dan pembangunan subholding SugarCo akan berasal dari investor dalam dan luar negeri. Pihaknya juga sudah bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Investasi (LPI) untuk mencari investor asing di dalam SugarCo.

“Dia harus memiliki modal karena untuk merevitalisasi ini perlu dana Rp20 triliun, jadi gak bisa sendiri karena posisi PTPN saat ini dalam restruturisasi keuangan kita nggak diperbolehkan untuk meminjam ke bank. Maka di dalam konsep yang akan kami siapkan adalah SugarCo ini akan dimiliki oleh PTPN 3,” jelas dia.

SugarCo di tahap awal akan membutuhkan 5 pabrik gula baru dan 1 pabrik yang direvitalisasi. Targetnya, tahun ini SugarCo akan terbentuk dengan investor yang sudah siap untuk menanamkan modalnya.

"Kondisi saat ini, terus terang kami enggak punya kemampuan untuk memperbaiki, terutama di on farm-nya. Target ke depan, SugarCo butuh bangun 5 Pabrik Gula baru dan 1 Pabrik Gula direvitalisasi," beber dia.

Nantinya, pembagian saham hasil kerja sama dengan investor tetap akan dipertahankan di angka 49% adalah milik PTPN III dengan opsi buyback demi kepentingan negara.

Ia menjelaskan, hingga saat ini PTPN Indonesia memiliki 43 pabrik gula. Namun, 7 pabrik tidak beroperasi. Karena itu, sebanyak 35 pabrik gula yang masih jalan nantinya akan berkolaborasi dengan investor yang dibawa oleh LPI.

Hingga saat ini, berdasarkan catatan PTPN produktivitas gula yang dihasilkan dari tebu mencapai 67 ton/hektar. Dengan rincian lahan tebu sendiri 55 hektar dan lahan tebu rakyat 95 hektar. Sedangkan produksi gula PTPN group hanya 800 ribu ton atau 11 persen dari pangsa pasar Gula Kristal Putih (GKP) dan Gula Rafinasi atau 34 persen dari total produksi domestik GKP.

Sayangnya, kata Ghani, dari total produksi itu ada pabrik-pabrik gula yang produksinya hanya 3,5 ton/hektar berasal dari tebu yang tidak pernah diremajakan. Meski ada juga yang mencapai 9 juta ton/hektar.


Baca juga artikel terkait GULA atau tulisan menarik lainnya Selfie Miftahul Jannah
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Abdul Aziz
DarkLight