Menuju konten utama

MRT Tutup Pintu Masuk Stasiun Istora Mandiri karena Demo Memanas

Para pengguna MRT Jakarta diminta menggunakan pintu masuk atau stasiun lain.

MRT Tutup Pintu Masuk Stasiun Istora Mandiri karena Demo Memanas
Calon penumpang menunggu kedatangan kereta Moda Raya Terpadu (MRT) di Stasiun Fatmawati Indomaret, Jakarta, Selasa (4/2/2025).ANTARA FOTO/Fauzan/tom.

tirto.id - PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta menutup sementara semua pintu masuk Stasiun Istora Mandiri dan pintu A Stasiun Bendungan Hilir mulai Jumat (29/8/2025) pukul 15.45 WIB. Penutupan dilakukan mengingat demonstrasi di depan Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, makin panas sejak Jumat siang.

"Diinformasikan bahwa seluruh entrance Stasiun MRT Istora Mandiri dan Entrance A Stasiun Bendungan Hilir ditutup sementara waktu hingga pemberitahuan selanjutnya," sebut Pelaksana Tugas Kepala Divis Corporate Secretary PT MRT Jakarta, Ahmad Pratomo, dalam keterangannya, Jumat.

Ahmas Pratomo menyebutkan kereta MRT Jakarta juga tidak akan berhenti di Stasiun Istora Mandiri hingga situasi dinyatakan kondusif. Oleh karena itu, pengguna MRT Jakarta diminta menggunakan pintu masuk atau stasiun lain.

Ahmad Pratomo juga menyatakan operasional stasiun MRT lain berlangsung normal. Dengan demikian, masyarakat masih dapat menggunakan MRT Jakarta.

"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Keamanan dan kenyamanan pelanggan senantiasa menjadi prioritas utama MRT Jakarta," tuturnya.

Untuk diketahui, sejumlah massa mahasiswa dari beberapa kampus negeri dan swasta di Jakarta dan sekitarnya mengadakan orasi bersama para pengemudi ojek daring (ojol) di depan Mapolda Metro Jaya, Jumat.

Dalam aksi unjuk rasa tersebut para mahasiswa dan pengemudi ojol menuntut keadilan bagi Affan Kurniawan, pengemudi ojol yang tewas dilindas mobil rantis Brimob Polda Metro Jaya dalam aksi unjuk rasa, Jumat (28/8/2025).

Dalam aksi tersebut, para mahasiswa maupun pengemudi ojol meneriakkan keresahan mereka akan kinerja kepolisian yang jauh dari rasa kemanusiaan. Menurut orator massa, kejadian Affan bukanlah yang pertama kali, tapi telah berulang salah satunya di Tragedi Kanjuruhan.

Para pengunjuk rasa juga sempat berupaya mendorong truk sampah untuk masuk ke dalam Polda Metro Jaya. Namun, aksi tersebut dihalau oleh para polisi yang berjaga tepat di depan gerbang.

Sebelum mereka menutup aksi dan melanjutkan orasi di depan Gedung DPR RI, gabungan massa mahasiswa dan pengemudi ojol itu membentangkan poster bertuliskan "All Cops Are Killer".

Baca juga artikel terkait KEKERASAN POLISI TANGANI DEMO atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fadrik Aziz Firdausi