Tragedi Kanjuruhan

Menkes: Presiden Ingin Tak Ada Lagi Tambahan Korban Meninggal

Reporter: Andrian Pratama Taher, tirto.id - 3 Okt 2022 14:35 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Presiden Joko Widodo meminta Kemenkes agar 26 korban luka ditangani dengan cepat sehingga tak ada lagi tambahan korban meningggal akibat tragedi Kanjuruhan.
tirto.id - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan sejumlah arahan Presiden Jokowi dalam penanganan usai kericuhan pasca laga Arema lawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022).

Pertama, Jokowi ingin agar tidak ada korban meninggal tambahan mengingat masih ada 26 orang yang dirawat.

"Korban yang ada sekarang harus ditangani cepat. Kan kalau enggak salah itu sisanya itu 26. Itu mesti ditangani, yang masih ada di rumah sakit ya, kalau bisa jangan ada yg meninggal lagi," kata Budi di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (3/10/2022).

Kedua, Jokowi meminta agar ada persiapan lebih matang dalam pertandingan sepakbola. Ia mengaku sudah berkomunikasi dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainuddin Amali soal penerapan standar pelaksanaan olahraga internasional.

Pemerintah akan mulai membahas penerapan standar tidak hanya Menpora atau Kementerian Kesehatan, tetapi juga TNI-Polri, organisasi sepakbola dan stakeholder terkait. Ia menduga banyak instansi tidak memahami standar-standar tersebut.

"Saya terus terang jujur, saya baru lihat yg aturannya FIFA mengenai tata caranya mesti begitu kan baru tahu juga. Nah itu harus diselesaikan sampai ke bawah," Kata Budi.

Ketiga adalah persiapan pelaksanaan. Ia menganalogikan dengan kondisi G20 yang sulit dalam pemenuhan standar seperti soal keberadaan kantor kesehatan, jumlah tenaga kesehatan, hingga kapasitas stadion, semua harus disamakan dengan kondisi event-event besar.

Saat disinggung soal gas air mata, Budi enggan menjawab. Ia hanya fokus pada upaya penyembuhan para korban. Ia mengajak masyarakat untuk fokus pada masa depan.

"Yang penting buat kita sih buat saya ya, udah spend energi dan waktu ke depannya jangan begini lagi deh daripada spend waktu energi cari yang salah ke belakang," kata Budi.

Pertandingan BRI Liga 1 2022/2023 antara Arema FC dan Persebaya Surabaya yang berakhir 2-3 untuk tim tamu berakhir ricuh. Ribuan suporter Arema FC turun ke lapangan meluapkan emosi karena timnya kalah. Kapolri Jenderal Listyo Sigit menegaskan bahwa jumlah korban meninggal mencapai 125 orang.

"Terkonfirmasi sampai saat ini terverifikasi yang meninggal jumlahnya dari awal diinformasikan 129, saat ini data terakhir dari hasil pengecekan oleh dvi dan diverifikasi dengan dinas kesehatan jumlahnya 125 karena ada yang tercatat ganda," kata Sigit di Malang, Jawa Timur, Minggu (2/10/2022).

Selain korban jiwa, sekitar 13 mobil rusak dalam kejadian tersebut, 10 di antaranya mobil dinas milik Polri, mobil patroli, mobil truk Brimob, mobil Patwal, mobil K9 dan juga ada mobil pribadi.

Presiden Jokowi sudah mengambil sikap atas kejadian yang menewaskan ratusan jiwa tersebut. Ia memerintahkan ada pemberian pengobatan kepada para korban. Jokowi juga menginstruksikan penghentian Liga 1 serta pengusutan atas kericuhan tersebut.

"Khusus kepada Kapolri, saya minta melakukan investigasi dan mengusut tuntas kasus ini. Untuk itu, saya juga memerintahkan PSSI untuk menghentikan sementara Liga 1 sampai evaluasi dan perbaikan prosedur pengamanan dilakukan," kata Jokowi dalam keterangan, Minggu (2/10/2022).



Baca juga artikel terkait TRAGEDI KANJURUHAN atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Restu Diantina Putri

DarkLight