Ketahui 6 Jenis Garam, Perbedaan dan Manfaatnya Bagi Tubuh

Oleh: Nurul Azizah - 30 Juli 2020
Dibaca Normal 2 menit
Kandungan yang ada dalam garam diperlukan agar tubuh berfungsi dengan benar, menjaga stabilitas ritme jantung dan fungsi saraf yang normal.
tirto.id - Bagi sebagian orang, tanpa garam rasa masakan akan hambar dan kurang menarik.

Garam bisa dibilang sebagai salah satu jenis bahan utama memasak harus ada di dapur.

Mayoritas garam dipanen dari tambang garam, tetapi sebagian lainnya dipanen dengan proses penguapan air laut atau perairan kaya mineral lainnya.

Garam yang dikonsumsi dengan takaran sesuai juga memiliki beragam manfaat bagi kesehatan tubuh.

Dilansir food network, kandungan dalam garam diperlukan agar tubuh berfungsi dengan benar, menjaga stabilitas ritme jantung dan fungsi saraf yang normal.

Namun, ternyata garam memiliki berbagai jenis yang berbeda dari segi rasa, tekstur hingga kandungan mineral dan natrium.

Meskipun sama-sama memberikan rasa asin dalam masakan, beragam jenis garam ini ternyata memiliki perbedaan ketika dicampurkan dalam masakan.

Ada garam yang mudah tercampur tanpa harus dipanaskan, ada pula jenis garam yang teksturnya sangat keras sehingga jika tidak cermat rasa asin pada masakan tidak merata.

Berikut beragam jenis garam dan perbedaannya.

1. Garam Meja

Garam meja merupakan garam yang diproses dari penambangan endapan garam bawah tanah.

Dilansir mayo clinic, jenis ini melalui proses penggilingan yang berat untuk menghilangkan mineral dan kotoran lainnya sehingga teksturnya sangat halus.

Ketika kita memasak, garam yang sering digunakan adalah garam meja. Kebanyakan garam meja juga mengandung yodium.

Yodium mampu mencegah penyakit yang disebabkan oleh kekurangan yodium, seperti penyakit hipotiroidisme.

2. Garam Laut

Garam laut diproses melalui penguapan air laut atau danau air asin, umumnya dengan sedikit pemrosesan. Dikutip dari healthline, kandungan dari garam laut kebanyakan seperti garam dapur, yakni mengandung natrium klorida.

Dilansir self.com, tekstur garam laut lebih halus dan kurang terkonsentrasi daripada garam lainnya. Namun, tidak semua tekstur garam laut sama. Ada garam laut yang teksturnya lebih kasar dan lebih pekat.

Selain itu, kandungan garam laut bisa tercemar oleh limbah laut. Hal ini tergantung pada sumber dan prosesnya.

Warna garam laut yang gelap menandakan limbah yang tinggi berupa logam berat seperti timah.

Sekali ditaburkan pada masakan, garam ini akan tersebar secara rata dan tidak memunculkan rasa asin berlebih.

3. Garam Kosher

Jenis garam ini terasa sedikit lebih asin daripada garam meja atau garam laut (meskipun dapat berasal dari laut atau darat).

Garam kosher juga lebih mudah larut dengan cepat di lidah. Dikutip dari healthline, garam kosher memiliki tekstur kasar dan berupa serpihan.

Tekstur semacam ini memudahkan kita untuk mengambil dan menaburkannya di atas masakan.

Garam kosher memiliki rasa asin yang tinggi. Untuk itu, satu sendok teh garam kosher sudah membuat rasa asin yang cukup pada masakan.

Rasio penggunaan garam kosher harus lebih cermat dengan mempertimbangkan rasa asin yang diberikan dari jenis garam ini.

4. Garam Celtic

Jenis garam ini awalnya terkenal di Prancis. Dikutip dari healthline, garam celtic memiliki warna keabu-abuan dan kandungan airnya sedikit.

Garam celtic terdiri dari sejumlah mineral dan jumlah natrium yang lebih rendah daripada garam meja biasa.

Tidak sedikit orang menyebut garam jenis ini sebagai grey salt atau garam abu-abu. Selain itu, garam ini bersifat basa dan memiliki manfaat lain untuk mencegah kram otot.

5. Garam Flaky

Garam jenis ini lebih dinikmati teksturnya daripada rasanya. Garam satu ini disebut juga ‘garam bersisik’.

"Ini memiliki tekstur renyah yang menyenangkan yang bagus untuk sentuhan akhir, terutama ketika Anda mencari rasa asin di atas piring," ujar Eubanks dalam self.com.

Terkait harga, garam flaky ternyata sedikit lebih mahal daripada garam lain.

6. Garam Pink Himalaya

Garam himalaya berasal dari tanah Pakistan dan berasal dari tambang garam Khewra. Tambang garam ini merupakan tambang garam terbesar kedua di dunia.

Kandungan dalam garam himalaya berupa besi oksida (karat) sehingga memunculkan warna merah muda (pink).

Dilansir healthline, warna yang muncul dari garam himalaya membuat hidangan apa pun menarik secara visual.

Selain itu, garam himalaya memiliki kandungan kalsium, zat besi, kalium dan magnesium. Kandungan ini membuatnya sedikit lebih rendah natrium daripada garam meja biasa.


Baca juga artikel terkait GARAM atau tulisan menarik lainnya Nurul Azizah
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Nurul Azizah
Penulis: Nurul Azizah
Editor: Nur Hidayah Perwitasari
DarkLight