Kemenkes: 62 Persen Masyarakat Indonesia sudah Divaksinasi Lengkap

Reporter: Farid Nurhakim - 14 Jun 2022 08:40 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Kemenkes menargetkan 70 persen masyarakat Indonesia divaksinasi lengkap atau dua dosis pada akhir Juni 2022.
tirto.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat 62 persen dari total populasi 168 juta penduduk Indonesia sudah divaksinasi COVID-19 sebanyak dua dosis atau lengkap.

Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi menargetkan 70 persen masyarakat Indonesia divaksinasi lengkap pada akhir Juni 2022. Angka 70 persen merupakan target dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Kami harus melakukan kembali percepatan-percepatan untuk pencapaian vaksinasi," kata Nadia dalam diskusi daring yang disiarkan di kanal YouTube BNPB Indonesia, Senin (13/6/2022).

Dia menambahkan percepatan vaksinasi akan dilakukan di daerah-daerah yang menjadi penyumbang COVID-19 paling banyak.

Menurut Nadia, ada sejumlah faktor yang menyebabkan Indonesia belum mencapai target 70 persen vaksinasi lengkap. Pertama, ia berdalih banyak orang yang belum bisa vaksinasi lengkap karena sebelumnya positif COVID-19. Mereka memerlukan waktu untuk mendapatkan vaksin dosis kedua tersebut.

Kedua, Nadia menyebut banyak masyarakat yang merasa tidak perlu divaksinasi lengkap karena situasi saat ini terus membaik.

“Artinya edukasi harus kami ingatkan, bahwa situasi pandemi COVID-19 ini belum selesai,” ujar dia.

Ketiga, Nadia berdalih beberapa lokasi terhambat permasalahan geografis. Misalnya petugas kesehatan membutuhkan waktu untuk mencapai daerah-daerah tertentu .

“Jumlah secara provinsi yang belum mencapai 70 persen itu hanya antara 6 sampai 7 provinsi lagi ya yang belum mendapatkan. Bahkan di provinsi yang sudah secara total provinsi mencapai angka 70 persen, ternyata masih ada juga kabupaten/kotanya yang belum mencapai 70 persen,” kata Nadia.

Selain percepatan vaksinasi dosis lengkap, Nadia menyebut langkah lainnya yaknu memerangi hoaks. “Karena hoaks juga masih banyak yang kemudian menyebabkan masyarakat menjadi ragu-ragu untuk menerima vaksinasi dosis keduanya,” kata dia.


Baca juga artikel terkait VAKSINASI COVID-19 atau tulisan menarik lainnya Farid Nurhakim
(tirto.id - Kesehatan)

Reporter: Farid Nurhakim
Penulis: Farid Nurhakim
Editor: Gilang Ramadhan

DarkLight