Menuju konten utama

Kemendag Fasilitasi MoU S'RASA, Potensi Transaksi USD 25,2 Juta

Penandatanganan MoU S’RASA melibatkan 14 produsen bumbu, makanan, dan minuman lokal dengan importir dari Belanda, Australia, AS, Inggris, dan Jepang.

Kemendag Fasilitasi MoU S'RASA, Potensi Transaksi USD 25,2 Juta
Menteri Perdagangan, Budi Santoso menyaksikan penandatanganan kesepakatan pembelian produk pangan Indonesia di Paviliun S’RASA: Rasa Rempah Indonesia yang berlangsung pada penyelenggaraan Trade Expo Indonesia ke-41 di BSD City, Tangerang, Banten, Kamis (15/10/2026). (FOTO/dok.Kemendag)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kesepakatan untuk pembelian produk pangan Indonesia di Paviliun S’RASA: Rasa Rempah Indonesia diresmikan dalam rangkaian acara Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten.

Ditandatangani pada Kamis (15/10/2026), kesepakatan itu mencakup nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dan surat pernyataan minat (letter of intent/LoI) yang melibatkan 14 produsen bumbu, makanan, dan minuman lokal dengan importir dari lima negara yang termasuk dalam pilot project S’RASA. Para importir berasal dari Belanda, Australia, Amerika Serikat, Inggris, dan Jepang.

Menteri Perdagangan Budi Santoso (Mendag Busan) yang menyaksikan penandatanganan kesepakatan itu menyatakan MoU S’RASA menjanjikan potensi transaksi hingga 25,2 juta dolar AS atau sekitar Rp454,9 miliar.

Mendag Busan menjelaskan, kesepakatan tersebut mendukung perluasan jangkauan pasar produk pangan lokal melalui berbagai berbagai restoran Indonesia di luar negeri sekaligus memperbesar peluang ekspor ke berbagai negara.

"Kesepakatan dengan mitra dagang dari berbagai negara ini menjadi bentuk kerja sama untuk memasok produk pangan lokal ke restoran Indonesia di lima negara. Produk-produk tersebut tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan restoran Indonesia, tetapi juga menjangkau pasar yang lebih luas di negara-negara tujuan," ujar Mendag Busan.

Dia menambahkan, pemerintah berupaya terus memperkenalkan program S’RASA sebagai bagian dari gastrodiplomasi kuliner Indonesia yang kaya rempah. Lewat kolaborasi dengan restoran Indonesia di luar negeri, program ini diharapkan bisa memacu peningkatan ekspor bumbu-bumbu masak khas Indonesia ke sejumlah negara.

"Pemerintah bersinergi menghadirkan program S’RASA untuk memperkenalkan produk makanan dan restoran Indonesia di luar negeri. Ketika restoran Indonesia hadir di sana, kami harap produk-produk pendukung dan bahan bakunya ikut kita ekspor," jelas Mendag Busan.

Program S’RASA merupakan hasil kolaborasi Kemendag bersama Kementerian Luar Negeri, Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian UMKM, dan Kementerian Pariwisata. Program ini hadir untuk membawa kuliner khas Indonesia ke pasar internasional lewat jaringan restoran Indonesia di mancanegara.

Salah satu perusahaan yang berhasil menjalin kerja sama ekspor melalui program S’RASA adalah DBFOODS (PT Dua Banteng Internasional).

DBFOODS mengikuti program S'RASA usai melewati tahap kurasi yang dilanjutkan dengan penjajakan bisnis (business matching) secara daring menjelang penyelenggaraan TEI 2026.

Produk DBFOODS menarik minat pembeli dari Belanda, dan berlanjut ke penandatanganan kontrak ekspor dengan pendampingan dari Atase Perdagangan RI di Den Haag.

Pendiri DBFOODS, Herry Kurniadi, mengapresiasi dukungan Kemendag RI melalui program S’RASA sehingga produk perusahaannya kini dapat menjangkau pasar internasional.

Menurut dia, keberhasilan DBFOODS itu membuktikan produk Indonesia mampu bersaing di pasar global. "Harapan saya, DBFOODS tidak hanya tumbuh jadi merek makanan Indonesia yang mendunia, tetapi juga menjadi bukti bahwa merek Indonesia dapat berkembang pesat melalui ekosistem S’RASA," ujarnya.

Demo Masak Kuliner Khas Indonesia di TEI 2026

Dalam kegiatan yang sama, selepas peresmian Mou, Mendag Busan mengikuti demonstrasi memasak bersama Chef Norman Ismail di Paviliun S’RASA: Rasa Rempah Indonesia.

Mereka memasak tongseng ayam dengan Kecap Bango. Peragaan ini menambah daya tarik Paviliun S’RASA karena memadukan promosi produk pangan Indonesia dengan pengalaman memasak secara langsung di hadapan pengunjung.

Menurut Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, program S’RASA dirancang untuk menghubungkan pengalaman kuliner dengan peluang bisnis dan pengembangan ekspor.

Menurut dia, demonstrasi masak bisa memperlihatkan secara langsung penggunaan produk pangan khas Indonesia sehingga calon mitra usaha mengenali aplikasi serta potensinya di industri kuliner.

"Promosi kuliner bisa menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan produk pangan, bumbu, dan rempah Indonesia secara lebih konkret," ujar Puntodewi.

"Ketika calon mitra dapat melihat langsung bagaimana produk digunakan dalam hidangan, peluang untuk membangun ketertarikan dan menjajaki kerja sama bisnis menjadi semakin terbuka," tambahnya.

Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Ekraf, Yuke Sri Rahayu, memberi penilaian positif terhadap hadirnya Paviliun S’RASA di pameran TEI 2026.

Yuke optimistis pengenalan ragam tradisi hidangan Nusantara, cita rasa, dan pemanfaatan rempah dengan cara menarik bisa mudah diterima oleh masyarakat internasional.

"Demo masak S’RASA dapat menunjukkan kuliner bukan tentang makanan saja, tetapi juga tentang cerita, kreativitas, dan identitas budaya Indonesia," kata Yuke.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis