tirto.id - Kementerian Pekerjaan Umum terus menggenjot perbaikan fasilitas publik pascagempa bumi yang menerjang Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga 5 Oktober 2026, tercatat ada 1.024 infrastruktur di delapan kabupaten/kota yang masuk dalam penanganan emergency dan pemulihan.
Dari jumlah tersebut, pembenahan akses jalan, jembatan, serta jaringan sumber daya air sudah rampung 100 persen. Menteri PU Dody Hanggodo, menyampaikan bahwa rekonstruksi di kawasan terdampak, khususnya Pulau Flores, mengusung prinsip build back better.
Langkah ini diambil guna memastikan struktur bangunan baru jauh lebih tangguh terhadap guncangan gempa di masa mendatang.
"Bangunannya harus kita perkuat karena bagaimanapun ini adalah daerah gempa. Jadi bangunannya harus bisa menyesuaikan diri dengan kondisi alamnya," kata Dody dalam keterangannya, Kamis (8/10/2026).
Di sektor konektivitas, Ditjen Bina Marga memulihkan fungsi 20 ruas jalan yang sebelumnya tertutup 89 titik longsor dan lima patahan. Selain itu, perbaikan pada 14 unit jembatan dan sejumlah gorong-gorong (duiker) telah selesai dikerjakan agar arus lalu lintas kembali normal.
Sementara pada sektor sumber daya air, pemeriksaan dan pemulihan fungsi telah selesai dilakukan pada satu bendungan, dua bendung, 15 daerah irigasi, 15 sumur air baku, dua embung, empat pengaman pantai, serta dua infrastruktur sungai.
Meski jalur transportasi dan pasokan air utama sudah pulih total, penanganan pada sektor sarana dasar Cipta Karya dan bangunan strategis masih terus berjalan secara bertahap.
Dari total 93 Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) terdampak, 64 unit telah selesai diverifikasi. Rinciannya, sebanyak 86 dari 129 bangunan gedung publik serta 6 dari 10 prasarana sanitasi telah melewati tahap verifikasi.
Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga di pengungsian, Kementerian PU menyalurkan 88 unit bantuan tanggap darurat dari total 131 unit yang disiapkan. Bantuan tersebut meliputi 15 mobil tangki air, 46 hidran umum, dua mobil vakum tinja, dua toilet portabel, 18 tempat tidur lipat (velbed), tiga tenda pengungsi, serta satu unit dump truck.
Adapun untuk pemulihan fasilitas publik skala besar, pendataan mencatat ada 651 infrastruktur yang terdampak, mencakup 300 rumah ibadah, 238 fasilitas kesehatan, dan 112 bangunan sekolah. Sebanyak 644 bangunan di antaranya telah selesai diverifikasi, dengan rincian 146 lokasi sudah dibersihkan dari puing dan 59 bangunan rusak ringan telah selesai diperbaiki.
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id


































