Menuju konten utama

Kebakaran Lahan Terjadi di Kawasan Ogan Komering Ilir Sumsel

Hingga pukul 10.40 WIB, kebakaran belum teratasi dan telah menghanguskan sekitar setengah hektare lahan.

Kebakaran Lahan Terjadi di Kawasan Ogan Komering Ilir Sumsel
Ilustrasi. Kobaran api menyala dari lahan perkebunan sawit yang terbakar di Arisan Jaya, Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Rabu (25/7/2018). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

tirto.id - Kebakaran lahan terjadi di kawasan Pulu Beruang, Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, pada Sabtu (4/8/2018) pagi.

Hingga pukul 10.40 WIB, kebakaran masih belum teratasi yang diperkirakan setidaknya sudah membakar lahan lebih dari setengah hektare. Hal tersebut berdasarkan pantauan melalui udara.

Komandan Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan Sumatera Selatan, Kolonel Inf Iman Budiman yang dikonfirmasi melalui telepon membenarkan kejadian tersebut.

"Memang benar ada kebakaran, berdasarkan data hotspot pagi ini ada enam titik, dan satu titiknya di Tulung Selapan," kata dia.

Menurut Iman, seluruh sumber daya yang dimiliki saat ini sedang dikerahkan ke Kabupaten OKI untuk mencegah kebakaran tersebut tidak meluas.

Meski sejauh ini kejadian kebakaran di Kabupaten OKI tidak pernah melebihi 10 hektare, namun kewaspadaan terus ditingkatkan mengingat saat ini sudah memasuki puncak musim kemaren.

"Personel darat selalu siaga di lokasi, begitu pula dengan tim operasi udara yang saat ini sedang melakukan pemboman air di lokasi Tulung Selapan. Tujuannya, tak lain agar kebakaran tidak meluas," kata dia.

Ia mengemukakan bahwa lokasi di Tulung Selapan ini rawan terjadi karhutla sejak Mei karena adanya aktivitas masyarakat berupa pembukaan lahan pertanian baru.

Lokasi ini selalu ada titik hotspotnya, yang jika terbakar diketahui luasannya mencapai 0,5--2 hektare saja. "Biasanya selalu berhasil kami padamkan," kata Iman.

Kabupaten Ogan Komering Ilir merupakan salah satu dari lima kabupaten yang masuk dalam lokasi rawan kebakaran.

Selain adanya ribuan hektare lahan gambut, adanya kebiasaan masyarakat melakukan pertanian sonor yang membuka lahan di masa akhir musim kemarau juga menjadi alasan kuat mengapa lokasi ini selalu terbakar setiap tahun.

Sumsel meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan karena pada 18 Agustus - 2 September 2018 akan menyelenggarakan Asian Games XVIII di Palembang.

Sebanyak 55 desa di perbatasan kota yang tersebar di Kabupaten Ogan llir dan Kabupaten Ogan Komering Ilir, saat ini dijaga ketat ratusan personel TNI.

Baca juga artikel terkait KEBAKARAN LAHAN

tirto.id - Sosial budaya
Sumber: antara
Penulis: Yandri Daniel Damaledo
Editor: Yandri Daniel Damaledo