Pandemi COVID-19

Kasus Corona di Kudus Melonjak hingga Pasien Dikirim ke Luar Daerah

Oleh: Andrian Pratama Taher - 31 Mei 2021
Dibaca Normal 1 menit
Selain mengalokasikan pasien ke daerah lain yang lebih lowong, pemerintah juga mengambil langkah mikro lockdown.
tirto.id - Presiden Joko Widodo menaruh atensi lonjakan kasus COVID-19 di Kudus, Jawa Tengah. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengakui kasus COVID-19 di Kudus naik secara signifikan. Kini, pemerintah langsung menindaklanjuti ancaman keterisian tempat tidur penuh dengan mengalokasikan pasien ke daerah lain.

"Kami terus berkoordinasi dengan Pak Gubernur, juga pasien-pasien yang tadi yang berasal dari daerah sekitar Kudus seperti Pati, kemudian Sragen itu juga kami arahkan ke rumah sakit-rumah sakit lain di luar Kudus," kata Budi dalam konferensi pers dari Kantor Presiden, Jakarta, Senin (31/5/2021).

Angka kasus COVID-19 di Kudus mengalami lonjakan hingga 5 kali lipat. Kabar terkini, salah satu rumah sakit di Kudus, yaitu RS Mardi Rahayu keterisian tempat tidurnya sudah mencapai 85 persen dari total 86 tempat tidur. Pemerintah setempat pun memberikan instruksi rumah sakit daerah hanya menerima warga Kudus.

Selain mengalokasikan pasien ke daerah dengan rumah sakit lebih lowong, pemerintah juga mengambil langkah mikro lockdown. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sudah mengerahkan personel untuk menegakkan regulasi PPKM mikro dan mikro lockdown agar kasus COVID di Kudus tidak meluas.

"Pak Kapolri juga sudah menindaklanjuti dengan melakukan mikro lockdown, PPKM-nya sehingga diharapkan apa yang terjadi di Kudus bisa kita isolasi dan tidak menyebar ke daerah-daerah lain di Jawa Tengah," kata Budi.

Selain penegakan PPKM mikro dan redistribusi pasien, pemerintah juga melakukan genome sequencing kepada pasien. Mereka mencari tahu apakah lonjakan kasus di Kudus akibat dari varian COVID-19 baru atau tidak.

"Kami juga sekarang minta sampelnya untuk dilakukan genome sequencing, apakah lonjakan yang terjadi di kudus ini disebabkan oleh adanya mutasi baru," kata Budi.

Di saat yang sama, Budi melaporkan bahwa bed occupancy ratio Indonesia baru terisi sekitar 25 ribu bed atau naik 20-25 persen. Ia menyebut angka ini masih di bawah kapasitas nasional yang mencapai 72 ribu bed. Namun ia mengingatkan jumlah bed nasional tidak berarti jumlah ketersediaan tempat tidur merata.

Budi lantas meminta daerah-daerah yang kini mengalami lonjakan kasus, termasuk Kudus untuk patuh protokol kesehatan. Di sisi lain, ia menjamin segala kebutuhan obat-obat disediakan pemerintah.

"Sekarang trennya lagi naik, tapi kalau kita disiplin insyaallah harusnya semuanya bisa kita atasi dengan baik. Seluruh rumah sakit sudah kita persiapkan obat-obatan juga sudah kita persiapkan," kata Budi.


Baca juga artikel terkait UPDATE CORONA INDONESIA atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Kesehatan)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Abdul Aziz
DarkLight