tirto.id - Lebaran Idul Fitri 1446 H akan jatuh pada 1 Syawal atau bertepatan dengan akhir Maret atau awal April 2025 M. Lebaran tahun ini kemungkinan dirayakan paling cepat pada Minggu (30/3/2025) pagi hingga paling lambat pada Selasa (1/4/2025) pagi.
Lebaran akan jatuh antara Minggu (30/3) atau Senin (31/3) bagi umat Muslim yang memulai puasa 1 Ramadhan 1446 H pada Sabtu (1/3) pagi. Sedangkan Muslim yang memulai puasa 1 Ramadhan 1446 H pada Minggu (2/3) akan berlebaran antara Senin (31/3) atau Selasa (1/4) pagi. Hal itu terjadi lantaran bulan Hijriah berlangsung antara 29-30 hari.
Mayoritas Muslim Indonesia memulai puasa pada Sabtu (1/3) pagi. Oleh karena itu, Lebaran di Indonesia akan dirayakan antara Minggu (30/3) atau Senin (31/3) pagi. Menurut Maklumat Pimpinan Pusat (PP) Muhamadiyah No. 1/MLM/I.0/E/2025 1 Syawal 1446 H jatuh pada hari Senin (31/3) pagi. Sedangkan dari pemerintah masih akan melalui Sidang Isbat untuk menetukan apakah Lebaran jatuh pada Minggu (30/3) atau pada Senin (31/3) pagi.
Lantas bagaimana di Australia? Adapun Hari Raya Idul Fitri merupakan momen yang sangat ditunggu-tunggu oleh umat muslim di seluruh dunia, tak terkecuali juga Muslim yang berada di Australia. Umat muslim telah menjadi bagian dari komunitas Australia selama lebih dari 2 abad.
Islam adalah salah satu agama dengan pertumbuhan tercepat di Australia, dengan komunitas Muslim yang beragam, terdiri dari: imigran, keturunan imigran, dan penduduk asli Australia yang menjadi mualaf.
Mayoritas muslim di Australia berasal dari berbagai latar belakang etnis, termasuk keturunan Timur Tengah, Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Afrika. Sampai saat ini, masyarakat muslim di Negeri Kanguru yang jumlahnya mencapai 3,16% dari total populasi penduduknya juga menjalankan ibadah di bulan Ramadan sebgaimana muslim-muslim lainnya.
Meski hidup di negara mayoritas non-Muslim, banyak Muslim di Australia tetap menjalankan ibadah Ramadhan dengan khusyuk. Mereka memulai hari dengan sahur sebelum subuh, lalu menjalani aktivitas sehari-hari seperti bekerja, sekolah, atau kuliah sambil puasa.
Pada malam hari, mereka berbuka bersama keluarga atau komunitas di masjid dan menghadiri Shalat Tarawih. Beberapa masjid di Australia, seperti Masjid Lakemba di Sydney, mengadakan acara buka puasa bersama yang dihadiri oleh ratusan orang setiap malam.
Selain itu, Ramadhan juga menjadi momen untuk berbagi dengan sesama. Banyak komunitas Muslim di Australia yang aktif dalam kegiatan sosial seperti membagikan makanan bagi tunawisma, menggalang dana untuk amal, dan berpartisipasi dalam kegiatan sosial lainnya.
Media dan masyarakat Australia umumnya cukup inklusif dalam menghormati keberagaman agama, termasuk memberikan pemahaman tentang Ramadan di lingkungan kerja dan sekolah. Beberapa tempat kerja bahkan memberikan fleksibilitas bagi karyawan Muslim selama bulan Ramadhan.
Durasi waktu puasa di Australia juga tak jauh berbeda dari Indonesia, yaitu 11 sampai 13 jam. Pada tahun 2025 ini, puasa di Australia jatuh pada hari Sabtu 1 Maret 2025.
Hal itu berdasarkan ketetapan Grand Mufti of Australia setelah berkonsultasi dengan lembaga Australian Fatwa Council. Penetapan bulan Ramadhan di Australia menggunakan metode hisab atau metode yang menghitung munculnya bulan baru sebelu matahari tenggelam, serta kemungkinan untuk melihat bulan baru.
Kapan 1 Syawal 1446 H di Australia?
Hari Raya Idul Fitri di Australia pada tahun 2025 diperkirakan jatuh pada Senin, 31 Maret 2025 pagi, mengikuti perhitungan kalender hijriah dan pengamatan hilal yang telah dilakukan oleh Grand Mufti of Australia. Umat muslim di Australia akan merayakan hari kemenangan ini setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan.
Pada tersebut, mereka akan melaksanakan salat Ied di masjid-masjid dan lapangan terbuka, diikuti dengan tradisi bersilaturahmi dengan keluarga, kerabat, serta komunitas muslim setempat.
Selain itu, banyak komunitas Muslim di Australia yang mengadakan acara perayaan, termasuk berbagi makanan dan memberikan sedekah kepada mereka yang membutuhkan. Meskipun tinggal di negara dengan mayoritas non-Muslim, umat Islam di Australia tetap dapat merayakan Idul Fitri dengan penuh makna dan kebersamaan.
Penulis: Auvry Abeyasa
Editor: Dicky Setyawan & Fitra Firdaus