Periksa Fakta

Kabar 3 Lajur Tol Cikampek Ditutup, Benarkah?

Oleh: Frendy Kurniawan - 15 November 2018
Dibaca Normal 2 menit
Ternyata, info ini bersumber dari berita lama yang menyebar lagi sekarang.
tirto.id - Grup WhatsApp adalah sarana penyebar segala macam kabar. Mulai dari kabar soal tips kesehatan, informasi razia, gosip, kabar kriminal, debat politik, hingga hoaks.

Rumor

Baru-baru ini beredar kabar mengenai penutupan 3 lajur jalan tol ruas Jakarta-Cikampek beredar luas di beberapa grup WhatsApp. Sebagian dari tulisan viral itu ada menyertakan poster infografis yang menyebut kegiatan “Penutupan 3 Lajur Tol Jakarta Cikampek” disebabkan “kegiatan komisioning erection steel box girder dengan launcher gantry di pembangunan Tol Jakarta Cikampek II elevated”.

Tulisan viral itu juga menyebut lokasi proyek berlangsung di tiga lokasi median Tol Jakarta-Cikampek: Bekasi Barat ke Bekasi Timur, Bekasi Timur ke Tambun, dan Cikarang Barat hingga ke KM 39.

Penutupan 3 lajur arah Cikampek akan dilakukan di lajur 4, 3 dan 2. Penutupan 3 lajur arah Jakarta juga akan dilakukan di lajur 4, 3 dan 2. Ada catatan peringatan pula bahwa pekerjaan akan dilakukan hingga akhir Desember mendatang.

Kabar itu muncul bukan saja melalui grup Whatsapp. Di beberapa media sosial, orang-orang pun membagi informasinya sekaligus bertanya apakah kabar itu benar. Salah satunya adalah akun Twitter @egarnawan yang turut menandai akun @PTJASAMARGA.

“@PTJASAMARGA mau konfirmasi apakah info di bawah ini, yang beredar di banyak grup WA hari ini, benar adanya atau hoax semata? Terima kasih,” begitu isi cuitan akun tersebut.

Lebih daripada itu, kabar yang sama telah menjadi bahan infografis lain. Bahkan turut dibagikan dalam timeline Twitter akun lainnya pada 13 November 2018. Lalu, benarkah kabar itu?

Fakta

Poster Berasal dari Artikel Lama

Pelacakan gambar melalui Google reverse image menunjukkan poster infografik itu adalah konten artikel lama. Pada 17 September 2018, sebuah artikel mengabarkan soal penutupan 3 lajur jalan tol ruas Jakarta-Cikampek yang disebabkan pengerjaan proyek.

Perlu dicatat bahwa itu artikel lama. Situasi aktual sangat mungkin telah berubah. Sementara itu, konten poster infografik yang dibuat tidak menggunakan kelengkapan keterangan waktu sebagai disclaimer informasi, sehingga bisa menyebabkan kesalahan pemahaman.

Konfirmasi

Tirto menghubungi Dwimawan Heru, AVP Corporate Communications dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk (14/11/2018). Ia membenarkan adanya pengerjaan Proyek Jalan Tol Japek II Elevated. Hanya saja, menurut Dwimawan, ada informasi baru yang tidak disampaikan dalam grafis yang beredar luas tersebut.

“Pekerjaan komisioning pemasangan launcher gantry telah dilaksanakan dan selesai pada 17 Juli 2018.”

Kegiatan komisioning, kata Dwimawan, merupakan kegiatan pengujian operasional suatu pekerjaan, baik secara nyata maupun secara simulasi. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan bahwa pekerjaan tersebut dapat dilaksanakan dan memenuhi semua peraturan yang berlaku dan sesuai standar yang telah ditetapkan.

Selama pengerjaan ini, penutupan lajur tol tidak dilakukan secara penuh. Tetap ada lajur lainnya yang dapat dipergunakan serta dilakukan dengan teknik buka-tutup lajur tol.

“Kami memastikan pekerjaan erection steel box girder dilakukan dengan buka tutup dua lajur, dalam koridor waktu window time yaitu antara pukul 22.00-05.00 WIB,” terangnya.

Dwimawan dan Jasa Marga menyatakan segala perkembangan dan situasi aktual dari ruas-ruas jalan tol dapat diakses masyarakat secara terbuka melalui call center, media sosial Twitter @PTJASAMARGA (khusus informasi lalu lintas) dan @official_JSMR (untuk informasi umum lainnya) dan Instagram @official.jasamarga.

Kesimpulan

Berdasarkan pelacakan gambar dan konfirmasi, kabar berantai poster infografik penutupan 3 lajur jalan tol di ruas Jakarta-Cikampek beredar luas di beberapa grup Whatsapp tidak sepenuhnya benar. Ia merupakan konten artikel lama yang dimunculkan kembali.

Situasi tersebut dapat terjadi karena bantuan mesin pencari di internet, sehingga ia kembali muncul (recycle). Gejala ini umum terjadi dalam konteks penyebaran informasi di dunia digital, terutama ketika poster tersebut tidak disertai tanggal terbit. Orang-orang yang mendapatkan poster infografik tersebut cenderung tidak teliti dan menyebarkannya begitu saja.

Kabar berantai penutupan 3 lajur jalan tol di ruas Jakarta-Cikampek itu kemudian terbaca tanpa melihat konteks waktu penerbitan artikel sehingga menjadi misinformasi.

===========

Tirto mendapat akses aplikasi CrowdTangle yang menunjukkan sebaran sebuah unggahan (konten) di Facebook, termasuk memprediksi potensi viral unggahan tersebut. Akses tersebut merupakan bagian dari realisasi penunjukan Tirto sebagai pihak ketiga dalam proyek periksa fakta Facebook.

Baca juga artikel terkait PERIKSA FAKTA atau tulisan menarik lainnya Frendy Kurniawan
(tirto.id - Sosial Budaya)


Penulis: Frendy Kurniawan
Editor: Maulida Sri Handayani
Dari Sejawat
Infografik Instagram