Jokowi Minta Jajarannya Waspadai COVID-19 Varian MU

Oleh: Andrian Pratama Taher - 7 September 2021
Dibaca Normal 1 menit
Badan Kesehatan Dunia (WHO) menduga COVID-19 varian MU kebal terhadap vaksin.
tirto.id - Presiden Joko Widodo meminta jajarannya dan seluruh elemen masyarakat untuk mewaspadai COVID-19 varian MU. Jokowi menyampaikan itu saat rapat evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Jokowi menyoroti potensi penularan varian baru virus Corona itu lewat mobilitas masyarakat. Secara khusus ia meminta Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi untuk mengantisipasi hal tersebut.

"Varian mu ini betul-betul agar kita lebih waspada dan detil jangan sampai ini merusak capaian yang sudah kita lakukan," kata Jokowi dalam siaran kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (6/9/2021).

Varian MU mendapat atensi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) karena diduga kebal terhadap vaksin. Hingga saat ini, varian Mu telah terdeteksi di 32 negara.

Varian yang memiliki nama ilmiah B.1.621 pertama terdeteksi di Kolombia. Indonesia belum melaporkan penemuan varian MU. Kemenkes menyatakan varian MU belum terdeteksi meski telah melakukan pemeriksaan 7.000 genome sequencing di pelbagai wilayah Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Jokowi juga mewanti-wanti COVID-19 masih mengintai masyarakat. Ia mengatakan potensi penularan varian Delta masih tinggi.

Jokowi meminta masyarakat tidak lengah meski data menunjukkan penurunan kasus COVID-19.

"Kepada rakyat bahwa yang namanya COVID-19 ini tidak mungkin hilang secara total, yang bisa kita adalah mengendalikan. Ini penting, statement ini penting sekali supaya tidak terjadi euforia yang berlebihan," kata Jokowi.

Jokowi optimistis kasus aktif COVID-19 bisa turun di bawah 100 ribu pada akhir bulan ini.

"Ini kalau kita terus lakukan pekerjaan-pekerjaan kita secara konsisten Saya yakin Insyaallah di akhir September kita sudah akan berada di angka dibawah 100.000," kata Jokowi.



Baca juga artikel terkait COVID-19 VARIAN MU atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Kesehatan)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Gilang Ramadhan
DarkLight