JK Melawat ke Afghanistan untuk Bantu Proses Perdamaian

Oleh: Lalu Rahadian - 27 Februari 2018
JK pergi ke Afghanistan untuk membantu proses perdamaian di negara itu. Ia juga diagendakan bertemu Presiden Afghanistan Ashraf Ghani.
tirto.id - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) terbang ke Afghanistan, Selasa (27/2/2018) pagi. Ia berangkat didampingi Wakil Kapolri Komisaris Jenderal Syafruddin dari Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

JK pergi ke Afghanistan untuk membantu proses perdamaian di negara itu. Ia datang memenuhi undangan High Peace Council (HPC) Afghanistan yang ingin belajar solusi penyelesaian konflik.

"Ketemu semua tokoh-tokoh di sana untuk bagaimana caranya Indonesia membantu sebagai negara Islam yang besar tapi netral. Kita bagaimana sharing untuk mencari solusi bersama," kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (13/2/2018) lalu.

Pada hari pertama kunjungannya ke Afghanistan, JK dijadwalkan menghadiri pembukaan Kabul Process Conference. Kemudian, politikus Golkar itu akan bertemu Presiden Afghanistan Ashraf Ghani dan Ketua HPC Mohammad Karim Khalili.

Pada 12 Februari lalu, JK telah menerima perwakilan HPC Afghanistan di Jakarta didampingi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Duta Besar Afganistan untuk Indonesia Roya Rahmani.

Retno mengatakan pertemuan itu merupakan kelanjutan dari pembahasan mengenai perwujudan dan proses perdamaian di Afganistan yang didukung Pemerintah Indonesia.

"Indonesia dipercaya, atau bisa diterima, untuk bisa memberikan kontribusi terhadap proses perdamaiannya. Tadi mereka mengatakan sangat mengapresiasi komitmen Indonesia, kerja keras bahwa kita serius, dan setelah kita melakukan sounding Indonesia juga dapat diterima oleh semua pihak," kata Retno usai pertemuan di Jakarta.

Retno tercatat ikut mendampingi JK dalam lawatannya ke Afghanistan. Sebelumnya, ia juga turut mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat pergi ke Afghanistan awal tahun ini.

Komitmen dukungan perdamaian di Afghanistan juga telah dinyatakan oleh Presiden Jokowi melalui kunjungan kenegaraan ke negara tersebut pada 29 Januari 2018. Itu merupakan kunjungan kedua Presiden Indonesia setelah Kunjungan Kenegaraan Presiden Sukarno pada 1961.


Baca juga artikel terkait KONFLIK TIMUR TENGAH atau tulisan menarik lainnya Lalu Rahadian
(tirto.id - Politik)

Reporter: Lalu Rahadian
Penulis: Lalu Rahadian
Editor: Yuliana Ratnasari