Istana Respons Warga Mamuju Tolak Dipindah saat Jokowi Datang

Oleh: Andrian Pratama Taher - 20 Januari 2021
Dibaca Normal 1 menit
Sejumlah warga terdampak gempa Mamuju enggan pindah ke stadion yang telah disediakan pemerintah saat Jokowi berkunjung.
tirto.id - Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono angkat bicara terkait penolakan warga terdampak gempa Mamuju dipindah ke stadion setempat saat Presiden Jokowi berkunjung, Selasa (19/1/2021).

Menurut Heru, pemindahan dilakukan dalam rangka memberikan pelayanan bagi masyarakat.

"Tentunya wilayah dan tim penanggulangan pasti memberi yang terbaik untuk masyarakat," kata Heru saat dikonfirmasi, Rabu (20/1/2021).

Penolakan warga dipindah saat kunjungan Jokowi terekam dalam video di media sosial. Sebuah video berdurasi 2 menit 17 detik mengambarkan penolakan warga untuk membongkar tenda yang ditempati dan pindah ke Stadion Manakkara. Warga sempat adu mulut dengan personel TNI yang meminta mereka pindah. Salah seorang pengungsi yang terekam protes, "Hanya karena Jokowi kita disuruh pindah."

Heru menyebut, tujuan pindah ke stadion agar warga terdampak mudah terlayani karena di sana ada dapur umum, tim medis dan tenda layak. Kehadiran fasilitas tersebut bisa membuat masyarakat mudah menerima bantuan obat-obatan maupun pemeriksaan kesehatan.

"Sehingga pelayanan lebih mudah dan terpadu. Intinya untuk masyarakat agar terlayani semuanya," kata Heru.

Heru pun mengklaim kehadiran Jokowi disambut positif oleh para korban.

"Sangat bagus Bapak Presiden membagikan bantuan. Saya lihat juga dapur umum bekerja dan sedang proses membagikan makanan dan saya lihat ada beberapa warga yang sedang cek kesehatan di posko tersebut," kata Heru.

Gempa Mamuju terjadi pada 15 Januari 2020. Belasan ribu orang mengungsi akibat rumah hancur dan rusak. Sekitar 81 warga ditemukan meninggal. Kantor Gubernur Sulawesi Barat juga hancur akibat gempa beruntun.


Baca juga artikel terkait GEMPA atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Zakki Amali
DarkLight