Indonesia Siapkan 4 Koridor untuk Proyek Belt and Road Initiative

Oleh: Addi M Idhom - 25 April 2019
Luhut menyatakan pemerintah Indonesia menyiapkan 4 koridor di Sumatera Utara, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, dan Pulau Bali untuk proyek Belt and Road Initiative.
tirto.id - Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menyatakan pemerintah Indonesia menyiapkan 4 koridor untuk mendukung proyek Belt and Road Initiative, yang dipelopori oleh Cina.

“Indonesia mengalokasikan empat koridor untuk proyek BRI. Itu di Sumatera Utara, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, dan Pulau Bali," kata dia, seperti dikutip dalam siaran pers Kemenko Bidang Kemaritiman yang diterima Tirto pada Kamis (25/4/2019).

"Jumlah total populasi keempat provinsi ini di atas 30 juta orang. Kecuali untuk Bali, ketiga provinsi tersebut memiliki angka kemiskinan sekitar 7 hingga 9 persen,“ tambah Luhut.

Luhut menyampaikan hal itu saat berbicara pada Forum Tematik KTT Belt and Road Inisiative di Beijing, Cina, pada hari ini.


Luhut menilai proyek BRI menjadi alternatif untuk mendukung proyek-proyek pembangunan di Indonesia. Dia menambahkan proyek-proyek BRI harus berkontribusi dalam pengurangan tingkat kemiskinan di empat provinsi tersebut.

“Tolok ukur keberhasilannya adalah ketika ia dapat mengurangi tingkat kemiskinan dengan membuka peluang kerja lokal,” ujar Luhut.

Dia berpendapat kerja sama ekonomi dengan luar negeri adalah hal yang tidak bisa dihindari saat ini. “Tidak ada wilayah yang dapat bertahan dengan menutup perbatasannya dari perdagangan. Indonesia percaya pada keterbukaan, pragmatisme, dan inovasi,” ujarnya.

Proyek Belt and Road Initiative, yang semula bernama One Belt One Road, digagas oleh Cina untuk membuka keran konektivitas perdagangan antarnegara di Eropa dan Asia melalui jalur sutra maritim.

KTT Belt and Road and Iniative, yang digelar pada 26-27 April 2019 di Beijing merupakan yang kedua dan direncanakan akan dihadiri oleh 37 kepala negara.


Baca juga artikel terkait BELT AND ROAD INITIATIVE atau tulisan menarik lainnya Addi M Idhom
(tirto.id - Ekonomi)

Sumber: Siaran Pers
Penulis: Addi M Idhom
Editor: Abdul Aziz
DarkLight