IHSG Hari Ini 4 Oktober 2022

IHSG Dibuka Menguat Pasca Rilis Inflasi September 2022

Reporter: Dwi Aditya Putra, tirto.id - 4 Okt 2022 09:09 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat, di zona hijau di posisi 7.068 pada perdagangan Selasa (4/10/2022).
tirto.id -
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat, di zona hijau di posisi 7.068 (+0,83), pukul 09.00 WIB, pada perdagangan Selasa (4/10/2022). Sementara posisi tertinggi mencapai 7.073 dan terendah ada di level 7.045.


Mengutip RTI Business, nilai transaksi IHSG pagi ini sudah Rp293,9 miliar dan kapitalisasi pasar mencapai Rp9.312 triliun. Selain itu, setidaknya ada 243 saham yang bergerak menguat dan 43 saham melemah. Sementara 192 sisanya stagnan.


CEO PT Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya mengatakan, rilis data inflasi menunjukkan masih berada dalam rentang stabil, di mana kondisi perekonomian juga masih berjalan dengan baik serta cenderung kembali ke arah normal pasca pandemi. Kondisi itu memberikan sentimen positif IHSG ke depan.


"Hal ini tentunya dapat memberikan kontribusi terhadap kinerja keuangan para emiten dalam pasar modal Indonesia sehingga dapat turut memberikan sentimen positif terhadap pergerakan IHSG Dalam rentang jangka panjang," katanya.

Sementara itu, Analis Artha Sekuritas, Dennies Christopher mengatakan, candlestick membentuk hanging man dengan stochastic membentuk golden cross di area level oversold mengindikasikan potensi rebound dalam jangka pendek.

"Pergerakan masih akan ditekan kekhawatiran potensi kenaikan suku bunga yang lebih tinggi bulan depan yang akan menekan perekonomian," kata dia dalam risetnya.

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Senin (3/10/2022). IHSG berada di level 7.009 (-0,44 persen). Level tertinggi hari ini tercatat pada posisi 7.047. Sementara level terendah indeks tercatat di 6.995.
Mengutip RTI Business, secara keseluruhan tercatat 252 saham menguat, 281 saham melemah, dan 171 saham bergerak ditempat. Sementara itu, kapitalisasi pasar terpantau pada posisi Rp9.244 triliun dengan nilai transaksi tembus Rp10,76 triliun.

Berdasarkan pantauan, pelemahan IHSG hingga tutup pasar terseret oleh penurunan enam indeks sektoral. Indeks sektor kesehatan anjlok 2,58 persen. Diikuti sektor keuangan melorot 0,73 persen dan sektor barang baku terjun 0,71 persen.

Penurunan juga terjadi pada sektor infrastruktur yang tergerus 0,42 persen, Sektor barang konsumsi non primer terpangkas 0,16 persen, dan sektor teknologi melemah 0,15 persen.

Sementara itu, lima sektor masih menguat saat IHSG terkoreksi. Sektor perindustrian melesat 1,01 persen, sektor energi menanjak 0,67 persen, sektor barang konsumsi primer naik 0,45 persen, sektor properti dan real estat menguat 0,24 persen serta sektor transportasi dan logistik naik 0,12 persen

Direktur MNC Asset Management Edwin Sebayang sebelumnya mengatakan, IHSG turun sebesar 1,92 persen selama September lalu. Edwin memperkirakan perdagangan IHSG akan diwarnai tekanan jual.
"Perdagangan di awal bulan Oktober ini, diperkirakan akan diwarnai tekanan jual atau IHSG diperkirakan akan turun," kata Edwin.


Baca juga artikel terkait PERGERAKAN IHSG HARI INI atau tulisan menarik lainnya Dwi Aditya Putra
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Dwi Aditya Putra
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Intan Umbari Prihatin

DarkLight