IHSG Anjlok, Airlangga: Akibat Pengumuman PSBB Anies

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 10 September 2020
Hingga pagi tadi IHSG dilaporkan sudah di bawah 5.000 poin.
tirto.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyinggung kebijakan rem darurat yang diumumkan oleh Pemprov DKI Jakarta pada Rabu (9/9/2020) malam. Airlangga mengatakan pengumuman pemberlakuan lagi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) telah memengaruhi sentimen pasar.

“Dari indeks (IHSG) masih ada ketidakpastian akibat announcement Gubernur DKI tadi malam hingga pagi tadi indeks sudah di bawah 5.000,” ucap Airlangga dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Kadin, Kamis (10/9/2020).

Melansir RTI Business, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan signifikan. Perdagangan dibuka pada pukul 09.00 WIB dengan IHSG di posisi 5.084,326 poin. IHSG kemudian langsung turun menjauhi posisi 5.000 ke angka terendah 4.892,960 poin sekitar pukul 10.30 WIB.

Terakhir, posisi lemah IHSG di bawah 5.000 sempat terjadi saat pemberlakuan PSBB di awal pandemi. Waktu itu, IHSG ditutup mencapai 4.583,93 poin pada 31 Maret 2020 setelah Presiden Joko Widodo menandatangani PP PSBB di Istana yang kemudian dilaksanakan oleh Pemprov DKI Jakarta.

“Kita harus lihat gas dan rem ini. Kalau direm mendadak kami harus menjaga kepercayaan publik karena ekonomi ini tidak semua faktor fundamental tapi ada sentimen. Terutama di sektor capital market,” ucap Airlangga.

Meski demikian, Airlangga mengatakan pemulihan IHSG masih relatif lebih baik ketimbang krisis-krisis sebelumnya.

Pada krisis Asia 1997-1998 misalnya IHSG sempat jatuh dari 722 per Agustus 1997 menjadi 267 pada September 1998. Untuk kembali ke 700 lagi perlu 7-8 tahun untuk menjadai 704 di Januari 2004.

Pada krisis global 2008 juga, IHSG bisa kembali setelah turun dari 2.830,3 di Januari 2008 ke 1.113,6 di Oktober 2008 menjadi 2.830 dalam 2 tahun di April 2010.





Baca juga artikel terkait IHSG ANJLOK atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Restu Diantina Putri
DarkLight