Iduladha 2019, PLN: Pasokan Listrik Wilayah DKI Jakarta Aman

Oleh: Dewi Adhitya S. Koesno - 10 Agustus 2019
Dibaca Normal 1 menit
PLN menjamin pasokan listrik di wilayah Jakarta dan sekitarnya aman saat perayaan Idul Adha 2019 atau 1440 Hijriah.
tirto.id - Jelang Idul Adha 1440 H yang jatuh pada Minggu (11/8/2019) besok, Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya mengawal pasokan listrik untuk kelancaran dan kekhusyukan dalam menjalankan ibadah bagi warga Jakarta dan sekitarnya.

General Manager PLN UID Jakarta Raya Ikhsan Asaad menyatakan, perkiraan beban puncak listrik untuk wilayah Jakarta pada Hari Raya Idul Adha adalah 3.415 MW saat siang hari, sementara malam hari yaitu 3.724 MW.

Beban puncak ini, lanjutnya, berada di bawah daya mampu pasokan listrik ke Jakarta sehingga diharapkan suplai listrik ke Jakarta aman.

"Pasokan listrik cukup. Semoga umat muslim khususnya di Jakarta bisa beribadah dengan lebih khusyuk," ujar Ikhsan melalui keterangan tertulis yang diterima Tirto, Sabtu (10/8/2019) malam.

Menurutnya, aset-aset jaringan yang memasok listrik ke lokasi yang dipantau secara khusus dipastikan dalam kondisi yang baik sehingga menjamin keandalan listriknya.

Beberapa lokasi yang dipantau secara khusus pasokan listriknya antara lain Masjid Istiqlal dan 387 lokasi masjid lainnya, 14 kantor media, serta 27 rumah sakit di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

Dia menyebutkan, PLN UID Jakarta Raya juga tidak memberlakukan pekerjaan pemeliharaan yang menyebabkan padam pada tanggal 10–12 Agustus 2019 dalam rangka perayaan Iduladha 1440 H kecuali jika ada penanggulangan gangguan dan kondisi khusus lainnya.

"PLN UID Jakarta Raya juga menyiagakan 701 personil yang dilengkapi dengan 59 Uninterruptible Power Supply (UPS), 68 Unit Trafo Bergerak (UTB), 5 Unit Kabel Bergerak (UKB), 2 unit HIAB Truck Crane, serta 8 unit Mobil Deteksi,"pungkasnya.


Sebelumnya, mati listrik secara massal terjadi di Jabodetabek, Minggu (4/8/2019) lalu, Indonesia punya sejarah terkait kejadian semacam ini. Bahkan, salah satunya termasuk blackout terburuk di dunia dalam 50 tahun terakhir.

Mati listrik yang melanda Jabodetabek dan berdampak hingga ke sebagian wilayah Jawa Barat serta Jawa Tengah pada akhir pekan kemarin memang sangat mengganggu.

Presiden Joko Widodo menyambangi Kantor Pusat PLN untuk menanyakan langsung terkait penyebab dan rincian insiden tersebut.

Sebelum itu, Indonesia pernah mengalami kejadian serupa beberapa kali. Pemadaman listrik massal yang melanda Jawa dan Bali pada 18 Agustus 2005, berada di urutan ketiga blackout paling buruk di dunia, versi Power Technology, ini belum termasuk mati listrik di Jabodetabek kemarin.


Baca juga artikel terkait IDUL ADHA atau tulisan menarik lainnya Dewi Adhitya S. Koesno
(tirto.id - Ekonomi)

Penulis: Dewi Adhitya S. Koesno
Editor: Maya Saputri
DarkLight