Menuju konten utama

Harga Minyak Dunia Melemah Didorong Peluang Damai Timur Tengah

Harga minyak dunia turun tertekan harapan perundingan damai di Timur Tengah. Namun, pelemahan tertahan eskalasi konflik dan serangan kelompok Houthi.

Harga Minyak Dunia Melemah Didorong Peluang Damai Timur Tengah
kilang minyak.foto/shutterstock
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Harga minyak mentah dunia bergerak melemah pada perdagangan Kamis (29/10/2026), menghentikan reli penguatan pada sesi sebelumnya. Koreksi harga minyak dipicu oleh tumbuhnya harapan pasar atas kelanjutan perundingan damai di Timur Tengah yang meredakan kekhawatiran terhadap ancaman disrupsi pasokan energi global.

Pada perdagangan pukul 01.32 GMT, kontrak berjangka minyak mentah Brent terpangkas 82 sen atau 0,7 persen menjadi 114,50 dolar AS per barel.

Penurunan serupa dialami minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat yang merosot 1,04 dolar AS atau 1,0 persen ke level 101,74 dolar AS per barel.

Pergerakan ini berbalik arah dibandingkan perdagangan Rabu kemarin, saat harga Brent sempat terangkat 1,3 persen dan WTI menguat 3 persen.

Sentimen pelonggaran harga mengemuka menyusul langkah Wakil Presiden AS, JD Vance, yang berupaya merintis kembali jalur negosiasi damai melalui surat resmi kepada Kepala Dewan Keamanan Iran, Mohsen Rezaei.

“Tekanan jual mendominasi di tengah ekspektasi bahwa perundingan perdamaian dapat kembali dilanjutkan,” kata Yuki Takashima, ekonom di Nomura Securities, dikutip dari Reuters, Kamis.

“Namun, penurunannya masih terbatas," sambung dia.

Takashima menjelaskan, ruang pelemahan harga minyak masih tertahan oleh kekhawatiran atas eskalasi serangan kelompok Houthi. Ditambah, adanya kecemasan pasar akan potensi aksi militer AS terhadap Iran pascapemilihan paruh waktu pada 3 November 2026 mendatang.

Kekhawatiran pasar kian beralasan setelah koalisi pimpinan Arab Saudi mencegat sebuah rudal balistik kiriman Houthi ke wilayah timur kerajaan pada Kamis dini hari.

Serangan tersebut terjadi sehari berselang setelah kelompok Houthi membombardir Bandara Aden di Yaman.

Sebelumnya, Houthi juga mengeklaim telah melancarkan serangan rudal ke kilang minyak terbesar Arab Saudi yang berkapasitas 550.000 barel per hari, kendati otoritas Riyadh belum memberikan konfirmasi resmi atas insiden pada fasilitas produsen minyak nomor dua dunia tersebut.

Di panggung diplomasi, mediator Qatar telah menyodorkan draf kesepakatan damai baru kepada Iran guna mengakhiri eskalasi konflik dengan AS dan Israel.

Walaupun sempat ditolak oleh pejabat senior Teheran, Menteri Luar Negeri Iran menegaskan pihaknya masih membuka pintu bagi keberhasilan perundingan diplomatik.

Dari sisi fundamental pasokan, Badan Informasi Energi AS (EIA) mencatat penarikan stok minyak mentah komersial sebesar 1,9 juta barel untuk pekan yang berakhir 23 Oktober 2026.

Angka ini bertolak belakang dengan proyeksi konsensus analis yang memperkirakan kenaikan stok 15.000 barel. Kendati demikian, persediaan bensin AS dilaporkan melonjak 3,9 juta barel, melampaui estimasi pasar yang sebelumnya memprediksi penurunan cadangan hingga 900.000 barel.

Baca juga artikel terkait HARGA MINYAK DUNIA atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Mochammad Fajar Nur