Gempa Tutuyan, Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara Hari Ini Terjadi, BMKG Magnitudo 5.3 SR

Reporter: Yantina Debora, tirto.id - 23 Feb 2020 10:43 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Gempa bumi terjadi di Tutuyan, Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara berkekuatan magnitudo 5.3 SR pada hari ini Minggu, 23 Februari 2020, pukul 09:08:04 WIB.
tirto.id - Gempa hari ini terjadi di dekat Tutuyan, Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara pada 09:08:04 WIB, Minggu, 23 Februari 2020. Data BMKG menunjukkan gempa Tutuyan, Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara hari ini berkekuatan Magnitudo 5.3 SR.

Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengumumkan posisi pusat gempa Tutuyan, Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara itu berada pada titik koordinat 0.23 LS 125.24 BT. Sedangkan kedalaman pusat gempa tersebut adalah 10 Km.

Selain itu, berdasarkan data yang dirilis BMKG, lokasi pusat gempa Tutuyan, Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara hari ini berada pada 130 km Tenggara Tutuyan, Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara.

BMKG menyatakan gempa Tutuyan, Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara hari ini tidak berpotensi tsunami.

Selama ini, guncangan akibat gempa dengan kekuatan lebih dari magnitudo 5 ada yang bisa dirasakan oleh warga di daratan dan ada juga yang tidak. Status gempa dirasakan atau tidak biasanya dipengaruhi oleh tingkat magnitudo, kedalaman pusat gempa dan jarak lokasinya dengan daratan.

Untuk diketahui, sebagian besar wilayah Indonesia termasuk daerah rawan gempa. Merujuk pada data BMKG, selama 1976‐2006 saja, telah terjadi 3.486 gempa bumi dengan magnitudo lebih dari 6,0.

Sementara dari segi penyebab, gempa bumi bisa dibedakan dalam 2 kategori. Pertama, gempa tektonik yang terjadi karena pergerakan atau pergeseran lapisan batuan di kulit bumi, secara tiba‐tiba. Fenomena itu terjadi akibat pergerakan lempeng‐lempeng tektonik. Selain itu, gempa bisa terjadi karena aktivitas gunung api. Jenis kedua ini disebut gempa bumi vulkanik.

Pergerakan lapisan batuan di dalam bumi secara tiba‐tiba dapat menghasilkan energi yang dipancarkan ke segala arah berupa gelombang seismik. Saat gelombang itu mencapai permukaan bumi, getarannya berpotensi memicu kerusakan, seperti pada bangunan, hingga menimbulkan korban jiwa.


Baca juga artikel terkait GEMPA BUMI atau tulisan menarik lainnya Yantina Debora
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Yantina Debora
Penulis: Yantina Debora
Editor: Agung DH

DarkLight