Gempa Situbondo 6,4 SR Terasa Sampai Bali, Warga Tak Panik

Oleh: Damianus Andreas - 11 Oktober 2018
Gempa yang mengguncang Situbondo dan beberapa wilayah di Jatim terasa hingga ke Bali.
tirto.id - Gempa bumi dengan kekuatan 6,4 Skala Richter (SR) (telah dimutakhirkan menjadi 6,3 SR) mengguncang Kabupaten Situbondo, Jawa Timur pada Kamis (11/10/2018) pukul 01.44 WIB. Gempa yang berpusat di 61 kilometer timur Laut Situbondo itu terasa sampai ke Bali dan Nusa Tenggara Barat.

Berdasarkan siaran pers dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), gempa tercatat menewaskan 3 orang di Situbondo serta membuat sejumlah rumah mengalami kerusakan.

Sementara itu di Bali, belum ada informasi mengenai korban jiwa akibat gempa tersebut.

“Semalam saya di Renon memang terasa, tapi enggak sampai bikin panik. Enggak terlihat adanya kerusakan juga,” kata salah seorang warga bernama Bagus (19), saat ditemui di kawasan Tuban, Bali pada Kamis (11/10/2018) pagi.

Hal yang sama juga dirasakan salah seorang warga Jakarta yang sedang berada di Bali, Apfia (24). Meski mengaku ada pengumuman terkait gempa dari pihak hotel tempatnya menginap, namun ia mengatakan tidak begitu panik dengan terjadinya gempa itu.

“Iya, memang kerasa. Tapi enggak sampai bikin akhirnya ke luar hotel juga,” ucap Apfia.

Kejadian gempa semalam rupanya cukup dirasakan di berbagai kota/kabupaten di Jawa Timur. Selain di Situbondo, para warga di Jember, Banyuwangi, Lumajang, Kab. Probolinggo, Kota Probolinggo, Bondowoso, Sumenep, Pamekasan, Sampang, Bangkalan, Kab. Pasuruan Kota Pasuruan, Kota Batu, Kota Malang, Kab. Malang, Kab. Blitar, Surabaya, Sidoarjo, Jombang, Kab. Mojokerto, dan Kota Mojokerto juga ikut merasakan.

Guncangan gempa dilaporkan memang terasa kuat di Sumenep dan Situbondo selama 2-5 detik. Secara umum, BNPB menginformasikan bahwa dampak kerusakan akibat gempa memang tidak terlalu banyak.


Baca juga artikel terkait GEMPA SITUBONDO atau tulisan menarik lainnya Damianus Andreas
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Damianus Andreas
Penulis: Damianus Andreas
Editor: Maya Saputri